Menurutnya, dibutuhkan pemimpin yang mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya ekonomi sirkular.
Masyarakat perlu bimbingan dan pendampingan agar bersama-sama bisa membangun pariwisata yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Tiga Pilar untuk Membuka Pintu Perdamaian Papua
“Jangan sampai Raja Ampat kalah dengan Kaimana, yang sekarang mulai bergerak untuk pariwisata,” tegasnya.
Persoalan Sampah Solusi Masih Mentah
Salah satu masalah serius yang diamati Dedi adalah pengelolaan sampah.
Baca Juga:
Polemik MRP: Gejala Permukaan dari Krisis Otonomi Khusus Papua
Sebagai orang yang memahami konsep konservasi, ia prihatin dengan banyaknya sampah, terutama sampah plastik, yang mencemari wilayah tersebut.
Pengunjung juga sering mengeluhkan sampah yang mengalir hingga ke laut, bahkan merusak terumbu karang.
Dedi merasa pemerintah belum serius dalam menangani masalah ini.