Kepala Sekolah Kader Adat Raja Ampat, Rudi Dimara, menjelaskan bahwa proses ini dirancang tidak sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan menumbuhkan kepemimpinan baru melalui pengalaman, dialog, dan partisipasi aktif.
“Pengetahuan adat tidak boleh berhenti pada generasi sekarang. Sekolah ini menjadi ruang aman bagi pemuda dan perempuan adat untuk menyampaikan pandangan, keresahan, serta gagasan masa depan mereka. Dari sinilah lahir inovasi dan kepemimpinan yang kokoh menjaga Raja Ampat,” ujar Rudi.
Baca Juga:
Gelombang Panas Eropa dan Papua-Raja Ampat sebagai Benteng Terakhir Iklim Dunia
Konservasi Lebih Kuat dengan Masyarakat Adat Sebagai Aktor Utama
Sebagai mitra penyelenggara, Direktur Eksekutif Terra Papua, Meity Mongdong, menyatakan bahwa penguatan kapasitas masyarakat adat adalah fondasi keberhasilan konservasi di Tanah Papua.
“Masyarakat adat telah menjaga laut dan hutan Raja Ampat selama berabad-abad. Memperkuat generasi mudanya berarti memperkuat masa depan konservasi itu sendiri. Perlindungan alam akan berjalan jauh lebih efektif jika masyarakat adat menjadi pengambil keputusan utama di wilayahnya,” jelas Meity.
Baca Juga:
Institut USBA Gerakkan Warga Tiga Kampung di Distrik Ayau Tanam 1.020 Bibit Mangrove, Atasi Banjir Pasang dan Jaga Ekosistem Pesisir
Terra Papua berkomitmen mendukung penuh sistem kaderisasi ini sebagai investasi jangka panjang, agar masyarakat adat tetap menjadi aktor utama menjaga Raja Ampat untuk generasi mendatang.
Tentang Terra Papua
Terra Papua adalah organisasi yang memperkuat kolaborasi multipihak untuk pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Tanah Papua. Menggabungkan pendekatan ilmiah, kearifan lokal, dan kepemimpinan adat, organisasi ini menjembatani pemerintah, komunitas, dan mitra pembangunan demi solusi konservasi yang inklusif.