PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat – Menjaga keutuhan Raja Ampat tidak cukup hanya dengan melindungi bentang alamnya, melainkan juga memastikan lahirnya generasi baru yang mampu meneruskan tongkat kepemimpinan masyarakat adat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Institut USBA bekerja sama dengan Terra Papua dan sejumlah mitra menyelenggarakan Sekolah Kader Masyarakat Adat Raja Ampat 2026, inisiatif yang dirancang sebagai fondasi sistem kaderisasi untuk memperkuat kelembagaan adat, perlindungan wilayah ulayat, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Gelombang Panas Eropa dan Papua-Raja Ampat sebagai Benteng Terakhir Iklim Dunia
Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 di Kota Sorong ini diikuti oleh 40 orang pemuda dan perempuan adat yang berasal dari berbagai wilayah adat di Kabupaten Raja Ampat. Sekolah Kader Adat merupakan tindak lanjut langsung dari Rapat Koordinasi Forum Gelar Senat Raja Ampat Tahun 2026, yang menegaskan urgensi regenerasi kepemimpinan sebagai kunci pertahanan hak-hak masyarakat adat, wilayah ulayat, dan masa depan Raja Ampat.
Direktur Institut USBA, Charles Adrian Michael Imbir, S.T., M.Si.
Masyarakat Adat sebagai Pemilik Utama Masa Depan
Baca Juga:
Institut USBA Gerakkan Warga Tiga Kampung di Distrik Ayau Tanam 1.020 Bibit Mangrove, Atasi Banjir Pasang dan Jaga Ekosistem Pesisir
Kepala Institut USBA, Charlie Imbir, menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat adat dan pelestarian sumber daya alam menjadi inti dari seluruh kerja lembaganya.
“Bagi kami, masyarakat adat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan pemilik pengetahuan asli, penjaga alam, sekaligus mitra utama dalam membangun masa depan Papua. Institut USBA hadir untuk menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal, sehingga lahir solusi yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri,” ujar Charlie.
“Sekolah Kader ini adalah langkah nyata menyiapkan pemimpin adat yang mampu menjaga identitas budaya, melindungi wilayah adat, dan mengembangkan inovasi demi kesejahteraan serta keberlanjutan alam Raja Ampat,” tambahnya.