Secara rinci, total 1.020 bibit mangrove ditanam di lahan sepanjang 7 kilometer. Rinciannya: Pantai Dorei Kampung Dorehkar 620 bibit, wilayah Kampung Runi kawasan Marga Rumbewas 200 bibit, dan kawasan Boyabo Kampung Boiseran 200 bibit. Pemilihan lokasi fokus pada titik rawan banjir dan abrasi saat air pasang.
Ketua Panitia Penanaman Mangrove Matias Rumbewas, didampingi Koordinator Lapangan Pemuda Adat dan Sekretaris Oktovianus Imbir, berharap kegiatan serupa terus berjalan berkelanjutan. Agenda lanjutan yang diusulkan warga meliputi penanaman mangrove, pembersihan sampah, dan pemeliharaan lingkungan hidup.
Baca Juga:
Dari Maluku Utara ke Raja Ampat: Penertiban Tambang dan Agenda Konsistensi Hukum
“Dukungan lebih luas dari berbagai pihak sangat kami harapkan agar upaya jaga kelestarian alam dan kenyamanan hidup warga Distrik Ayau memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Matias.
Lewat aksi ini, masyarakat Ayau membuktikan pengelolaan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Dari Dorehkar hingga Runi dan Boiseran, 1.020 mangrove baru kini berdiri sebagai tameng alami sekaligus warisan untuk anak cucu.
[Redaktur: Hotbert Purba]