Direktur Institut USBA, Charles Imbir menegaskan kerja sama ini dirancang untuk memperkuat posisi masyarakat adat, bukan menggantikannya.
"Institut USBA tidak dipersiapkan sebagai pelaksana permanen. Kami hadir sebagai jembatan untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat adat. Target akhirnya adalah seluruh kemitraan pengelolaan kawasan konservasi dapat dilaksanakan secara langsung antara BLUD dengan Dewan Adat maupun organisasi masyarakat adat di Raja Ampat. Ketika kelembagaan masyarakat adat telah kuat, maka ruang kemitraan itu sepenuhnya menjadi milik mereka," Charles Imbir.
Baca Juga:
Tutup Sekolah Kader, Masyarakat Adat Raja Ampat Sepakati Arah Perjuangan Bersama
Momentum penandatanganan PKS sengaja bertepatan dengan Sekolah Kader Masyarakat Adat Raja Ampat 2026. Ini menegaskan bahwa investasi terbesar dalam konservasi bukan hanya infrastruktur atau regulasi, melainkan pembangunan manusia dan kelembagaan masyarakat adat.
Sekitar 20 organisasi masyarakat adat yang terdiri dari Dewan Adat dan Dewan Adat Sub-Suku dari berbagai wilayah di Kabupaten Raja Ampat mengikuti sekolah kader tersebut. Para peserta mendapat penguatan materi kepemimpinan adat, tata kelola organisasi, hak-hak masyarakat adat, konservasi berbasis masyarakat, penyelesaian konflik SDA, pemetaan wilayah adat, komunikasi publik, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Ke depan, seiring menguatnya kelembagaan organisasi masyarakat adat, BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat akan mengembangkan pola kemitraan langsung dengan Dewan Adat maupun Dewan Adat Sub-Suku di Raja Ampat.
Baca Juga:
Sekolah Kader Adat: Membangun Sistem Regenerasi Penjaga Masa Depan Raja Ampat
Model ini diharapkan menjadi tonggak baru tata kelola konservasi yang tidak lagi menempatkan masyarakat adat sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama, pengambil keputusan, sekaligus mitra strategis pemerintah.
Pendekatan ini juga memperkuat arah pembangunan Papua yang mengedepankan pengakuan hak-hak masyarakat adat, penghormatan terhadap pengetahuan tradisional, serta kolaborasi setara antara pemerintah dan komunitas lokal dalam menjaga warisan keanekaragaman hayati Raja Ampat.
Raja Ampat dikenal dunia karena kekayaan laut dan keanekaragaman hayatinya. Namun, kekayaan itu tidak akan dapat dipertahankan tanpa masyarakat adat yang selama ini menjaga wilayahnya.