PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Sorong - Puluhan aktivis perempuan menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Papua Barat Daya, Selasa (26/11/2025).
Aksi ini menuntut penanganan tegas terhadap kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang diduga melibatkan oknum YS, seorang oknum pejabat tinggi Pemda Raja Ampat.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual di Dalam Bus, Transjakarta Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum
Koordinator aksi, Nova Sroer, menegaskan bahwa pihaknya menuntut agar polisi segera menangkap dan memproses hukum terlapor.
“Tuntutan kami yang pertama, segera menangkap oknum pelaku kekerasan seksual terhadap korban. Kedua, kami berharap Polda Papua Barat Daya serius menangani kasus ini hingga menetapkan status tersangka kepada oknum Sekda Raja Ampat,” tegas Nova.
Ia juga meminta agar proses penyelidikan disampaikan secara terbuka kepada publik serta mendesak terlapor untuk kooperatif menghadiri pemanggilan.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual dalam Hubungan Sedarah adalah Pelanggaran Moral, Merusak Tatanan Nilai Kekeluargaan dan Kemanusiaan
“Informasi penyelidikan harus dibuka secara umum agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan kasus. Kami berharap oknum terlapor proaktif hadir dalam undangan Polda demi mempercepat proses pemeriksaan. Tujuan kami adalah korban mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Aktivis perempuan, Novita Klasjok, menegaskan bahwa kasus ini bukan perkara sepele. Ia mendesak pihak Kepolisian agar segera melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual.
“Ini masalah serius dan tidak boleh dianggap main-main. Kami akan kawal sampai tersangka diadili sesuai hukum. Kami minta Polda Papua Barat Daya harus tegas, tegas, dan tegas,” tegasnya.