Dinas perkebunan mengantisipasi lebih awal dengan memberikan penguatan sekaligus akan membantu sarana prasarana berupa solar dryer pengering pala yang terbangun di tahun ini melalui kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Lanjut dia, sejak dini harus antisipasi dan berkolaborasi dan siap, jika permintaan produk minyak atsiri benar-benar diminati oleh buyer luar negeri disamping mendorong mutu kualitas pala.
Baca Juga:
Realisasikan Program Pala Unggul, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan BNI Fakfak Bangun Kerja Sama
Diketahui, harga minyak atsiri cukup tinggi di pasar global dengan sasaran pada negara Perancis yang saat ini harganya berada pada angka 260 Euro atau Rp4.890.000,-/liter khusus untuk jenis Pala Tomandin yang punya keunggulan pada wangi wangian.
"Harapan dengan produk pala bisa diolah langsung di Fakfak akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat pala bahkan semakin mengefesiensi produk, namun harganya sangat tinggi," demikian Widhi Asmoro Jati.
[Redaktur: Hotbert Purba]