PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat - Sejumlah orang tua murid di Kota Waisai, Distrik Waisai Kota, Kelurahan Sapordanco mengaku kecewa terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh salah satu yayasan yang berdomisili di Kota Waisai. Program yang seharusnya membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar kelayakan dan jauh dari harapan masyarakat.
Kekecewaan itu disampaikan para wali murid setelah beberapa kali menerima laporan dari anak-anak mereka terkait kualitas dan porsi makanan yang dibagikan. Menu yang diberikan disebut-sebut tidak sesuai porsi serta minim kandungan protein dan sayuran.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat
“Kalau memang ini program makan bergizi, seharusnya sesuai dengan namanya. Anak-anak kami butuh asupan yang layak, bukan sekadar kenyang,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurut para orang tua, beberapa menu yang diterima anak-anak di bulan Ramadhan ini, hanya telur puyuh, buah kurma dan sagu bakar. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para orang tua terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka, padahal jumlah anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk satu SPPG mencapai Rp500.000.000 per minggu, dan disebutkan satuan harga per porsi adalah Rp15.000.
Sejumlah wali murid juga membandingkan dengan informasi standar menu MBG yang beredar di berbagai daerah, yang umumnya terdiri dari nasi, lauk berprotein seperti ayam atau ikan, sayur, serta buah sebagai pelengkap gizi. Namun kenyataannya, mereka menilai menu yang diberikan oleh pihak yayasan tidak memenuhi komposisi tersebut.
Baca Juga:
Semangat Gotong Royong, TNI–Rakyat bersihkan tempat ibadah sambut Bulan Suci Ramadhan
“Kami bukan tidak bersyukur, tapi kalau program ini menggunakan anggaran tertentu, seharusnya dikelola dengan baik dan transparan. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” tambah wali murid lainnya.
Selain soal kualitas, transparansi pengelolaan program juga menjadi sorotan. Orang tua berharap pihak yayasan dapat menjelaskan secara terbuka terkait anggaran, standar menu, serta mekanisme pengawasan program MBG tersebut. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh agar tujuan program benar-benar tercapai.
Para orang tua menegaskan, mereka tidak bermaksud memojokkan pihak manapun, namun hanya ingin memastikan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi benar-benar terpenuhi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sesuai Standar yang sudah ditetapkan oleh badan gizi nasional.