PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Produktivitas pala akan sulit meningkat apabila serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak dikendalikan dengan baik dan tepat waktu.
Tantangan di lapangan saat ini pada beberapa wilayah pala menunjukkan bahwa beberapa kebun pala menghadapi kendala karena palanya terserang hama dan penyakit.
Baca Juga:
Sinergi TNI–Kejaksaan, Danrem 042/Gapu Silaturahmi ke Kejati Jambi
Untuk menjawab dan mengantisipasi persoalan tersebut, Dinas Perkebunan Fakfak, terus melakukan penguatan kapasitas Brigade Pala sebagai Langkah strategis dan prioritas untuk menjawab tantangan yang dihadapi.
Dalam acara pelatihan dan pembinaan tim brigade OPT yang berjumlah 30 orang berasal dari berbagai kampung yang potensial banyak terserang hama dan penyakit dengan tema optimalisasi peran brigade Pala tomandin Fakfak dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menuju peningkatan produktivitas pala tomandin Fakfak pada Kamis (4/12/25) di Ruang Tomandin Fakfak.
Tim teknis Dinas Perkebunan Fakfak, Syaiful B. Alkatiri, S.Hut dan George Waruma, S.ST mengatakann bahwa Brigade Pala merupakan garda terdepan pengendalian OPT di tingkat lapangan untuk membantu mengatasi hama dan penyakit yang menganggau pertumbuhan pala.
Baca Juga:
Retribusi Pala Februari 2026 Capai Rp98,9 Juta, Kualitas Terjaga Meski Produksi Statis
Melalui pelatihan terpadu, petugas brigade dan petani dapat meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi secara cepat dan cermat hama dan penyakit pada tanaman pala dan mampu melakukan pengendalian secara hayati, pestisida nabati, dan sanitasi kebun agar mencegah kerusakan lebih luas.
Mereka juga diajari bagaimana melakukan pendampingan berkelanjutan kepada petani melalui Gerakan Pengendalian.
Dengan adanya pelatihan berkelanjutan, Brigade Pala akan semakin profesional, responsif, dan siap memberikan solusi cepat di lapangan. Hal ini akan berdampak langsung pada