Ia menegaskan kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk pembinaan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal agar bersaing di pasar lebih luas.
Karena itu, pelestarian pohon pogah perlu dilakukan melalui penanaman kembali, pemanfaatan bijaksana, dan perlindungan habitat agar bahan baku tetap tersedia bagi generasi mendatang.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Bangun 10 Asaran Pala Tradisional, Perkuat Mutu dan Ekonomi OAP
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi memperluas promosi dan pemasaran produk kerajinan khas Fakfak. Dengan demikian, Pala Tomandin dan kerajinan serat pohon pogah tidak hanya menjadi kebanggaan Papua Barat, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional hingga mancanegara sebagai produk alami yang berkualitas, berbudaya, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Hotbert Purba]