PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Kekayaan alam Kabupaten Fakfak kembali menarik perhatian pelaku usaha nasional dan internasional. Pemilik Mom's Bakery Indonesia dan Greens and Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama Direktur Global Business asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin, melakukan kunjungan langsung ke Fakfak untuk melihat potensi Pala Tomandin dan kerajinan berbahan serat pohon pogah.
Kedatangan mereka didorong rasa ingin tahu terhadap dua komoditas khas yang menjadi identitas daerah. Pala Tomandin Fakfak telah lama dikenal sebagai komoditas unggulan berstandar ekspor, sementara pohon pogah menyimpan nilai budaya, ekonomi, dan lingkungan yang tinggi.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Bangun 10 Asaran Pala Tradisional, Perkuat Mutu dan Ekonomi OAP
Lihat Langsung Proses Produksi Pogah
Dalam kunjungan tersebut, Fransisca dan Jinho bertemu pengrajin pohon pogah, Bapak Milton, serta mama Bernadeta di Kampung Manamur bersama mama-mama pengrajin yang mempertahankan tradisi mengolah serat secara turun-temurun.
Kunjungan para pelaku usaha langsung ke Fakfak untuk melihat potensi Pala Tomandin dan kerajinan berbahan serat pohon pogah.
Baca Juga:
40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak Bersertifikat Siap Dukung Program Pala Unggul
Milton menjelaskan, pengambilan serat dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan kulit pohon pogah. Serat dipisahkan hati-hati, dibersihkan, lalu dijemur hingga kering sebelum diolah menjadi kerajinan. Seluruh proses dilakukan alami tanpa mesin dan bahan kimia sehingga menghasilkan produk ramah lingkungan.
Ia juga menyampaikan pengambilan serat memiliki waktu khusus agar kualitas tetap baik, biasanya saat bulan purnama. Setelah serat diambil, pohon pogah masih dapat tumbuh kembali. Dengan teknik yang benar, pemanfaatan pohon ini tidak merusak hutan.
“Kearifan lokal ini menjadi kekuatan masyarakat Fakfak dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi,” ujarnya.