Produk Pogah Punya Peluang Pasar Luas
Fransisca mengaku terkesan melihat langsung proses pembuatan anyaman. Selama ini ia telah menggunakan tas berbahan serat pohon pogah dan membawanya ke berbagai pameran internasional. Namun baru kali ini ia menyaksikan asal-usul bahan bakunya.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Bangun 10 Asaran Pala Tradisional, Perkuat Mutu dan Ekonomi OAP
“Produk seperti ini memiliki nilai yang sangat baik dan perlu diperkenalkan lebih luas,” ungkap Fransisca.
Menurutnya, produk berbahan alami seperti serat pohon pogah memiliki daya tarik kuat karena memadukan nilai budaya, keaslian, keberlanjutan, dan konsep ramah lingkungan yang kini diminati dunia. Ia menilai dengan peningkatan kualitas, pengemasan menarik, dan strategi promosi tepat, anyaman mama-mama Fakfak berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional, seperti Pala Tomandin Fakfak.
Fransisca juga mengapresiasi Bapak Milton Iba, mama Bernadeta, dan seluruh mama-mama pengrajin yang terus menjaga keterampilan turun-temurun. Ia menekankan pelestarian pohon pogah penting dilakukan karena selain menjaga hutan, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
40 Ribu Bibit Pala Tomandin Fakfak Bersertifikat Siap Dukung Program Pala Unggul
Pemerintah Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., saat mendampingi tim di Kampung Manamur dan bertemu kelompok binaan Perhutanan Sosial (KUPS) menyampaikan, potensi alam Fakfak menyimpan sejuta keunikan yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi.
“Selain Pala Tomandin, hasil hutan bukan kayu seperti pohon pogah memiliki potensi besar dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif berbasis budaya dan lingkungan,” katanya.