"Kebun yang bersih, tertata, dan lestari tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil perkebunan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga dan generasi mendatang," tegasnya.
Dorongan Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular
Baca Juga:
Bupati Fakfak Lantik Aroby Hindom Jadi Pj Sekda, Sekaligus Syukuri WTP ke-11
Ke depan, keranjang sampah ini dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan Bank Sampah Plastik. Sampah yang terkumpul nantinya dapat dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
"Sampah plastik yang dikumpulkan jangan berhenti sebagai limbah. Kita ingin mendorong terbentuknya Bank Sampah sehingga plastik dapat dipilah, didaur ulang, bahkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, kita membangun budaya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Widhi.
Ia berharap model keranjang sampah yang sederhana, kuat, dan mudah dibuat ini dapat diadopsi oleh seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah, kampung, rumah ibadah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Lakukan Pendataan Peremajaan Kelapa 75 Hektar, Dukung Ekonomi Pesisir
Ajak Masyarakat Budayakan Bersih
Dinas Perkebunan juga mengajak masyarakat dan para pekebun untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, serta menjadikan kebun sebagai ruang hidup yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
"Melalui semangat Fakfak Membara, mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya hidup. Dimulai dari satu keranjang sampah, berkembang menjadi gerakan bersama, dan akhirnya menjadi karakter masyarakat Fakfak," tutup Widhi.