PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak melalui program "Fakfak Membara: Membangun Bersama Rakyat", Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus membangun budaya peduli lingkungan melalui gerakan "Fakfak Bersih Kotaku".
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemasangan keranjang sampah di area halte kendaraan dan tempat berkumpul masyarakat, bertepatan dengan Hari Alergi Sedunia, 8 Juli 2026.
Baca Juga:
Bupati Fakfak Lantik Aroby Hindom Jadi Pj Sekda, Sekaligus Syukuri WTP ke-11
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan di jalan, halte, kawasan perkebunan, dan fasilitas umum.
"Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari tindakan sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Karena itu kami berinisiatif membuat dan memasang keranjang sampah plastik di dekat halte kendaraan lingkungan kantor agar masyarakat memiliki tempat yang mudah dijangkau untuk membuang sampah," ujar Widhi dikutip Selasa.
Keranjang sampah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan. Pesan yang tertulis di keranjang, "Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari", juga menjadi media edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Lakukan Pendataan Peremajaan Kelapa 75 Hektar, Dukung Ekonomi Pesisir
Dampak ke Kesehatan dan Perkebunan
Widhi menjelaskan sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, jamur, dan berbagai alergen yang berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama anak-anak dan masyarakat dengan riwayat alergi.
Selain itu, sampah plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Jika dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, mencemari sungai dan laut, mengurangi kesuburan tanah, serta mengganggu pertumbuhan tanaman dan ekosistem perkebunan.
"Kebun yang bersih, tertata, dan lestari tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil perkebunan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga dan generasi mendatang," tegasnya.
Dorongan Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular
Ke depan, keranjang sampah ini dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan Bank Sampah Plastik. Sampah yang terkumpul nantinya dapat dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
"Sampah plastik yang dikumpulkan jangan berhenti sebagai limbah. Kita ingin mendorong terbentuknya Bank Sampah sehingga plastik dapat dipilah, didaur ulang, bahkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, kita membangun budaya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Widhi.
Ia berharap model keranjang sampah yang sederhana, kuat, dan mudah dibuat ini dapat diadopsi oleh seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah, kampung, rumah ibadah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.
Ajak Masyarakat Budayakan Bersih
Dinas Perkebunan juga mengajak masyarakat dan para pekebun untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, serta menjadikan kebun sebagai ruang hidup yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
"Melalui semangat Fakfak Membara, mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya hidup. Dimulai dari satu keranjang sampah, berkembang menjadi gerakan bersama, dan akhirnya menjadi karakter masyarakat Fakfak," tutup Widhi.
Gerakan "Fakfak Bersih Kotaku" diharapkan menjadi budaya baru yang memperkuat citra Kabupaten Fakfak sebagai daerah bersih, hijau, dan peduli lingkungan. Dampaknya dinilai positif bagi sektor perkebunan, pariwisata, investasi, kesehatan masyarakat, serta kualitas hidup secara keseluruhan.
"Fakfak Bersih Kotaku, Fakfak Membara untuk Masa Depan."
"Satu Keranjang Sampah, Sejuta Manfaat bagi Lingkungan, Kebun, dan Generasi Mendatang."
[Redaktur: Hotbert Purba]