Melalui pendekatan "sustainable livelihoods" dan "blue governance", tim berupaya mendorong keseimbangan antara pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan.
Di Raja Ampat, laut menjadi fondasi kehidupan sehingga pengelolaannya yang berkelanjutan menjadi kunci pembangunan daerah ke depan.
Baca Juga:
Soal Insiden di Diskusi UGM, Wamentan Sudaryono Beri Klarifikasi
Dukungan Pemerintah Provinsi
Dosen Pembimbing Lapangan Tim Sorai Waisai, Tommy Andryan Tivianton, S.Si., M.Sc., menyampaikan program KKN-PPM tahun ini dirancang untuk memberi dampak nyata, bukan sekadar kehadiran.
"Mahasiswa telah melalui pembekalan intensif dan siap bersinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di lapangan guna mencari solusi konkret atas tantangan yang dihadapi komunitas lokal," ujarnya.
Baca Juga:
29 Mahasiswa UGM Berangkat ke Raja Ampat, Optimalkan Sumber Daya Lokal lewat KKN-PPM 2026
Gubernur Elisa Kambu dalam kesempatan tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program pengabdian yang melibatkan perguruan tinggi.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek bagi masyarakat penerima program, tetapi juga menjadi jembatan kerja sama strategis yang lebih luas antara UGM dan Papua Barat Daya di masa mendatang.
Siap Turun ke Lapangan