PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Sorong – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Sorai Waisai Periode II 2026 resmi disambut Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
Penyambutan berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kota Sorong, Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 hingga 12.00 WIT.
Baca Juga:
Soal Insiden di Diskusi UGM, Wamentan Sudaryono Beri Klarifikasi
Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa UGM di salah satu wilayah dengan kekayaan alam luar biasa di dunia.
Fokus Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal
Kehadiran mahasiswa lintas fakultas ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara UGM dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Baca Juga:
29 Mahasiswa UGM Berangkat ke Raja Ampat, Optimalkan Sumber Daya Lokal lewat KKN-PPM 2026
Tim KKN-PPM akan melaksanakan pengabdian di empat sub-unit lokasi, yaitu Waisai Kota, Sapordanco, Warmasen, dan Bonkawir, Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat.
Mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal melalui Pendekatan Sustainable Livelihoods Berbasis Blue Governance guna Mewujudkan Keseimbangan Ekosistem, Pangan, dan Ekonomi, serta Kesejahteraan Masyarakat”.
Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan "sustainable livelihoods" dan "blue governance", tim berupaya mendorong keseimbangan antara pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan.
Di Raja Ampat, laut menjadi fondasi kehidupan sehingga pengelolaannya yang berkelanjutan menjadi kunci pembangunan daerah ke depan.
Dukungan Pemerintah Provinsi
Dosen Pembimbing Lapangan Tim Sorai Waisai, Tommy Andryan Tivianton, S.Si., M.Sc., menyampaikan program KKN-PPM tahun ini dirancang untuk memberi dampak nyata, bukan sekadar kehadiran.
"Mahasiswa telah melalui pembekalan intensif dan siap bersinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di lapangan guna mencari solusi konkret atas tantangan yang dihadapi komunitas lokal," ujarnya.
Gubernur Elisa Kambu dalam kesempatan tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program pengabdian yang melibatkan perguruan tinggi.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek bagi masyarakat penerima program, tetapi juga menjadi jembatan kerja sama strategis yang lebih luas antara UGM dan Papua Barat Daya di masa mendatang.
Siap Turun ke Lapangan
Dengan semangat pengabdian dan bekal keilmuan dari berbagai disiplin, 29 mahasiswa UGM kini siap turun langsung melaksanakan program kerja yang telah dirancang untuk masyarakat di empat lokasi tersebut.
Pendekatan "Blue Governance" yang diusung juga mencerminkan komitmen tim untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, selaras dengan semangat pelestarian lingkungan yang menjadi identitas Raja Ampat di mata dunia.
[Redaktur: Sandy]