Di akhir sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama sebagai warisan luhur masyarakat Fakfak. “Toleransi tidak diragukan lagi, karena saya belajar dari Fakfak,” ujarnya disambut tepuk tangan umat.
Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, kasih, dan kolaborasi antara pemerintah, gereja, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Papua yang damai, maju, dan sejahtera.
Baca Juga:
Di Fakfak, Uskup Bernardus Ajak Umat Lawan Ketidakadilan di Papua
[Redaktur: Hotbert Purba]