Hasil utama Sekolah Kader adalah kesepakatan 14 Pokok Arah Perjuangan Masyarakat Adat Raja Ampat, yang akan menjadi bahan musyawarah dalam Jumpa Akbar nanti. Pokok-pokok ini mencakup:
• Persatuan masyarakat adat
• Penguatan kepemimpinan pemuda dan perempuan
• Pengakuan & pemetaan wilayah adat
• Konservasi berbasis kearifan lokal
• Pembangunan sesuai nilai adat & keberlanjutan
Baca Juga:
Tutup Sekolah Kader, Masyarakat Adat Raja Ampat Sepakati Arah Perjuangan Bersama
Forum menegaskan, Raja Ampat bukan tanah kosong, melainkan wilayah berpenghuni dengan hak, batas, hukum, dan tata kelola turun-temurun. Oleh karena itu, setiap kebijakan, investasi, dan pemanfaatan sumber daya wajib menghormati hak adat serta prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC).
Makna HEYUL PELEI KORANU FYAK
Nama ini memiliki akar budaya yang mendalam:
Baca Juga:
BLUD Raja Ampat dan Institut USBA Perkuat Kelembagaan Masyarakat Adat untuk Konservasi Berkelanjutan
• Heyul Pelei (Bahasa sub-suku Salawati): Pertemuan besar masyarakat
• Koranu Fyak (Bahasa Biak): Raja Ampat
Artinya: Jumpa Akbar Masyarakat Adat Raja Ampat. Nama ini disepakati bersama sebagai simbol persatuan, menghormati keragaman bahasa dan identitas—bukan sekadar nama acara, melainkan lambang solidaritas dan tekad bersama.
Forum ini mempertemukan tetua, pemuda, perempuan, komunitas budaya, dan masyarakat kampung dalam satu ruang musyawarah: menyatukan arah perjuangan, mempererat persaudaraan, dan mempertegas komitmen menjaga tanah, laut, hutan, serta warisan leluhur. Bukan sekadar seremonial, melainkan ruang solidaritas yang mengubah keragaman menjadi kekuatan perlindungan wilayah.