Titin Tipinbu, salah satu peserta Sekolah Kader Masyarakat Adat Raja Ampat
Suara Perempuan Adat: Penjaga Inti Kehidupan
Baca Juga:
Tutup Sekolah Kader, Masyarakat Adat Raja Ampat Sepakati Arah Perjuangan Bersama
Titin Tipinbu, salah satu peserta perempuan, menyatakan Sekolah Kader memulihkan keyakinan generasi muda untuk berperan aktif.
“Sekolah Kader bukan hanya tempat belajar, tapi ruang menemukan kembali kekuatan persatuan adat. Kami ingin menjaga tanah, laut, hutan, budaya, dan warisan leluhur tetap hidup untuk anak cucu. HEYUL PELEI KORANU FYAK adalah wadah menyatukan suara kami demi masa depan yang berlandaskan nilai adat, persaudaraan, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Titin, perempuan bukan sekadar bagian dari masyarakat, melainkan sumber utama pengetahuan adat: menguasai pengetahuan musim, laut, hutan, pangan lokal, pengobatan tradisional, serta nilai keseimbangan manusia dan alam. Mereka menjaga bahasa, budaya, dan hubungan antargenerasi.
Baca Juga:
BLUD Raja Ampat dan Institut USBA Perkuat Kelembagaan Masyarakat Adat untuk Konservasi Berkelanjutan
“Perempuan adat adalah penjaga kehidupan itu sendiri. Dari mereka anak-anak belajar menghormati alam dan warisan leluhur. Maka, melindungi perempuan berarti melindungi fondasi keberlanjutan Raja Ampat,” tegasnya.
Keberlanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan, melainkan pada kelestarian pengetahuan yang diwariskan perempuan. “Jika kami diberi ruang belajar, bersuara, dan memimpin, budaya terjaga, keluarga kuat, dan alam tetap lestari untuk generasi mendatang.”
14 Pokok Arah Perjuangan