Papua-Barat.WahanaNews.co, Raja Ampat - Sejak dibuka kegiatan dan perlombaan tanggal 3 Mei lalu, dalam rangka memeriahkan Hut Kabupaten Raja Ampat yang ke-21 dihadiri antusias masyarakat dari 24 Distrik.
Setidaknya ada kurang lebih 20 distrik yang terlibat dalam sejumlah jenis perlombaan dengan hadiah yang fantastis.
Baca Juga:
Ketua Komisi II DPRK Raja Ampat Geram atas Pernyataan Kepala Dinas PTSP Soal Kepentingan Investasi Dibanding Pariwisata
Sebut saja salah satu lomba dengan hadiah terbesar yaitu lomba suling tambur dengan hadiah Rp100 juta untuk juara I, Rp70 juta untuk juara II dan Rp50 juta untuk juara III.
Tak hanya lomba suling tambur, ada sejumlah perlombaan yang juga dilaksanakan, seperti lomba voli putra dan putri, lomba yospan, lomba karnaval budaya, lomba masak dan ada sejumlah kategori yang diambil dalam jenis-jenis perlombaan dengan hadiah yang juga fantastis.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan sejak tanggal 3-11 Mei 2024, diperkirakan Pemkab Raja Ampat menganggarkan lebih dari Rp1 Milyar untuk berlangsungnya acara tahunan tersebut.
Baca Juga:
David Dimara: Pariwisata Versus Tambang di Raja Ampat
Dibalik kemeriahan itu, ada ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru yang hingga saat ini belum menerima haknya.
Terhitung hingga saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sama sekali belum membayar tunjangan seperti TPP dan ULP Guru PPPK selama 5 bulan.
Tak hanya tunjangan, ditambah dengan gaji bulan Mei yang hingga saat ini juga tak kunjung dibayarkan.