“Pala yang dipetik dan dijual sebelum waktunya sering kali bukan berasal dari kebun milik sendiri. Karena itu kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak tergiur dengan praktik seperti itu. Membeli atau menjual pala yang dipetik sebelum waktunya sama saja dengan membantu orang yang bukan punya pala,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa disiplin dalam mengikuti waktu panen menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga reputasi pala Fakfak sebagai pala berkualitas. Selain itu, penanganan pascapanen yang baik seperti proses pengeringan, sortasi, dan penyimpanan yang tepat juga sangat menentukan mutu akhir produk.
Baca Juga:
Bareskrim Gerebek Meja Goyang Timah Ilegal, 16 Ton Pasir Timah Sempat Diselundupkan
“Jika pala dipanen pada waktu yang tepat dan ditangani dengan standar yang baik, maka kualitasnya akan lebih terjaga, aroma dan kandungan minyak atsirinya tetap optimal, serta harga jualnya akan lebih baik. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani pekebun pala sekaligus memberikan kepastian usaha bagi para pelaku usaha pala,” urainya.
Sementara narasumber yang dipercayakan oleh PT. Papua Global Spices, Hans Sahupala yang hadir dengan berbagai metode dan testimoni menyatakan bahwa perlunya petani dan pelaku usaha semakin memahami pentingnya menjaga kualitas produksi pala sejak dari kebun hingga proses pemasaran.
Dengan cara pengolahan yang benar sesuai dengan SOP di jamin harga pala akan semakin membaik dan meningkat sehingga perlu adanya penanganan pascapanen yang tepat untuk terus mempertahankan reputasinya sebagai rempah unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Baca Juga:
Sinergi TNI–Kejaksaan, Danrem 042/Gapu Silaturahmi ke Kejati Jambi
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen petani dan pelaku uasaha dalam menjaga keberlanjutan komoditas pala sebagai sumber ekonomi masyarakat Fakfak.
Ke depan, pala diharapkan tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah dan identitas daerah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani pekebun pala di Fakfak serta seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam rantai perdagangan pala.
Akhir dari kegiatan ini dihasilkan kesepakatan prosedur pengolahan Pala Tomandin yang berfungsi sebagai media edukasi dan panduan praktis bagi petani, pengumpul, serta pelaku usaha pala dalam menerapkan cara panen dan pengolahan pala yang baik dan benar, mulai dari tahap panen, pemisahan, pengeringan hingga penyimpanan serta kesepakatan harga yang layak dan adil kepada masyarakat petani pekebun pala, sehingga peningkatan nilai jual pala dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan petani pekebun pala.