Ia juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan sektor pala daerah. Tren peningkatan kualitas panen, membaiknya tata niaga, serta semakin luasnya akses pasar menjadi modal penting mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komoditas pala.
"Kami optimistis komoditas pala akan terus menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan dukungan petani, pelaku usaha, serta program penguatan mutu, sertifikasi, dan tata niaga yang terus dilakukan, target penerimaan retribusi dan nilai perdagangan pala 2026 diyakini dapat terus meningkat," tegasnya.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Perluas 50 Hektare Kebun Pala, Kuatkan Program Pala Unggul
Sebagai komoditas unggulan yang dikenal hingga pasar nasional dan internasional, Pala Tomandin Fakfak tidak hanya menjadi identitas rempah khas Papua Barat, tetapi juga sumber penghidupan ribuan keluarga pekebun yang menjaga kualitas dan keberlanjutan warisan rempah terbaik dari Tanah Papua.
Widhi juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha dan pedagang grosir antar pulau yang aktif mendukung tata niaga pala Fakfak serta berkontribusi pada peningkatan penerimaan daerah melalui pembayaran retribusi secara tertib dan berkelanjutan.
"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha, khususnya pedagang grosir antar pulau, yang telah menjadi mitra penting pengembangan perdagangan pala Fakfak. Kontribusi mereka tidak hanya membuka akses pasar lebih luas bagi petani, tetapi juga memberi sumbangsih pendapatan daerah melalui retribusi yang dibayarkan secara tertib," ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Tetapkan Pala Tomandin sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi
Menurutnya, sinergi pekebun, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting menjaga keberlanjutan rantai perdagangan pala. Dengan meningkatnya kesadaran mutu produk, transparansi perdagangan, dan kepatuhan retribusi daerah, komoditas pala diharapkan terus memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat Fakfak.
[Redaktur: Hotbert Purba]