Ia juga sampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan sosialisasi untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan meningkatkan pemahaman bersama tentang pentingnya standar mutu, pengolahan pascapanen, serta tata niaga yang berdaya saing.
Harapannya, para pelaku usaha grosir dan pengepul pala dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas produk.
Baca Juga:
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun 2 Solar Dryer Pala, Penguatan Hilirisasi Pala Tomandin
"Mari kita pastikan setiap butir pala yang keluar dari Fakfak mencerminkan kualitas terbaik, sehingga mampu memberi nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, dan daerah kita tercinta," imbaunya.
Ia berharap pelaku usaha, dan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami pentingnya standarisasi mutu, proses pascapanen yang baik, serta strategi pemasaran berkelanjutan agar pala Fakfak semakin dikenal dan bernilai tinggi.
"Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga identitas dan keaslian pala Tomandin sebagai kebanggaan masyarakat Fakfak. Jadikan pala bukan hanya sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal dan potensi ekonomi daerah yang berkelanjutan dan menjadi minat kebutuhan pasar global karena mutu dan kualitasnya," demikian Widhi Asmoro Jati.
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
[Redaktur: Hotbert Purba]