Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas diterimanya Piagam Penetapan Pesona Kota Pala Fakfak berbasis Kekayaan Intelektual, kategori Kawasan Karya Cipta dan Kekayaan Intelektual Komunal.
Menurutnya, penetapan ini merupakan pengakuan nasional atas kekayaan intelektual komunal yang tumbuh, hidup, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Fakfak, khususnya komoditas unggulan Pala Tomandin Fakfak.
Baca Juga:
Begini Edaran Bupati Fakfak Tentang Penertiban Waktu Pembelian Pala oleh Pelaku Usaha Pala Tahun 2026
“Penghargaan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi penguatan posisi Fakfak sebagai Kota Pala yang memiliki identitas, nilai sejarah, dan kekhasan yang dilindungi secara hukum melalui rezim Hak Kekayaan Intelektual, khususnya Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak,” ujar Widhi.
Ia menegaskan bahwa Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak menjadi fondasi penting dalam melindungi mutu, reputasi, dan karakteristik khas pala Fakfak, sekaligus mencegah klaim sepihak serta penyalahgunaan nama oleh pihak lain.
Lebih lanjut, Widhi menjelaskan bahwa penetapan Pesona Kota Pala berbasis kekayaan intelektual ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah, mulai dari peningkatan nilai tambah pala, penguatan branding daerah, hingga pengembangan pariwisata berbasis budaya dan perkebunan.
Baca Juga:
Capaian Satu Tahun Berjalan Program Strategis Pala Unggul, Visi Misi Fakfak Membara
“Kami berharap pengakuan ini menjadi pemicu semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, petani pala, pelaku usaha, dan akademisi untuk terus menjaga kualitas, keberlanjutan, serta nilai kearifan lokal Pala Tomandin Fakfak sebagai kekayaan intelektual komunal milik bersama,” tambahnya.
Widhi Asmoro Jati menegaskan komitmen Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak untuk terus mendorong perlindungan HAKI, penguatan Indikasi Geografis, serta pengembangan kawasan pala unggulan sebagai identitas dan kebanggaan daerah Fakfak di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyampaikan bahwa keterkaitan antara perkebunan pala, kekayaan intelektual, dan pariwisata merupakan kekuatan utama dalam membangun citra Fakfak sebagai destinasi wisata tematik.