Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmorojati, S.T., M.T menegaskan menjaga mutu pala Tomandin Fakfak tanggung jawab bersama pemerintah dan pekebun. Pala Tomandin punya keunggulan aroma, cita rasa, dan kualitas yang sudah dikenal luas sehingga harus dipertahankan lewat pola budidaya dan panen yang baik.
Pada masa pembungaan dan pembuahan, tanaman pala butuh kondisi terjaga agar pertumbuhan optimal. Masyarakat diimbau tidak mengganggu tanaman berbuah, baik dengan panen terlalu dini maupun merusak ranting produktif dan bunga yang berkembang.
Baca Juga:
Pelaku Usaha Nasional dan Korsel Lirik Pala Tomandin dan Kerajinan Pogah Khas Fakfak
“Panen muda tidak hanya menurunkan kualitas hasil, tapi juga berdampak pada keberlanjutan produktivitas jangka panjang. Buah yang dipetik sebelum matang petik punya biji rendah, aroma kurang maksimal, serta menurunkan mutu pala Fakfak di pasar,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pekebun terus menjaga kebun hingga musim panen barat nanti. Dengan begitu pala Fakfak tetap jadi komoditas unggulan yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga nama baik pala Fakfak sebagai warisan unggulan daerah.
Panen bersama ini menunjukkan kolaborasi pemerintah dan petani kunci menjaga kualitas. Dengan perawatan tepat dan disiplin panen, pala Fakfak bisa terus bersaing dan mensejahterakan pekebun.
Baca Juga:
Bank Mandiri dan Pemkab Fakfak Percepat Digitalisasi E-Retribusi Pala Tomandin
[Redaktur: Hotbert Purba]