PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Menandai berakhirnya musim panen pala timur Juni ini, Dinas Perkebunan Fakfak bersama Kelompok Pangwadar, Distrik Kokas menggelar panen bersama sisa hasil pala. Kegiatan ini bagian dari upaya menjaga semangat pekebun sekaligus memastikan kualitas pala Fakfak tetap terjaga sebagai komoditas unggulan daerah.
Panen bersama berlangsung saat sebagian besar buah pala sudah dipanen masyarakat. Meski begitu, sejumlah pohon masih menyisakan buah siap petik dan mulai memasuki masa pembungaan serta pembuahan baru. Fase ini jadi persiapan menghadapi musim panen barat yang diperkirakan mulai Oktober mendatang.
Baca Juga:
Retribusi Pala Fakfak Tumbuh 18,10%, Transaksi Mei 2026 Capai Rp11,3 Miliar
Pekebun pala Radani Iha mengatakan musim panen tahun ini tetap memberi harapan meski produksi menurun di penghujung musim. Menurutnya, kualitas hasil pala sangat dipengaruhi perawatan kebun dan ketepatan waktu panen.
Buah pala yang dipanen tepat waktu menghasilkan biji dan fuli berkualitas, aroma khas kuat, serta nilai jual lebih tinggi di pasar. Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan kebun dan merawat tanaman yang masuk fase pertumbuhan buah agar produksi musim berikut tetap stabil dan berkualitas.
“Pala Fakfak sumber penghidupan masyarakat yang harus dijaga bersama, mulai dari pohon hingga hasil pascapanennya,” ujarnya.
Baca Juga:
Mega Kapaur Wakili Fakfak ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026
Hal senada disampaikan Mace Blak. Ia berharap petani tetap menjaga tanaman pala yang kini sedang berbunga dan berbuah. Masa pertumbuhan buah dinilai fase penting yang menentukan hasil panen musim barat.
Masyarakat diminta tidak terburu-buru panen muda atau melakukan aktivitas yang mengganggu pertumbuhan buah di pohon. Jika tanaman berbuah terganggu, pertumbuhan bisa tidak sempurna, mudah gugur, bahkan menurunkan produktivitas pohon untuk musim berikut.
Ia berharap kesadaran masyarakat menjaga tanaman pala terus meningkat agar keberlanjutan produksi pala Fakfak terpelihara.
Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmorojati, S.T., M.T menegaskan menjaga mutu pala Tomandin Fakfak tanggung jawab bersama pemerintah dan pekebun. Pala Tomandin punya keunggulan aroma, cita rasa, dan kualitas yang sudah dikenal luas sehingga harus dipertahankan lewat pola budidaya dan panen yang baik.
Pada masa pembungaan dan pembuahan, tanaman pala butuh kondisi terjaga agar pertumbuhan optimal. Masyarakat diimbau tidak mengganggu tanaman berbuah, baik dengan panen terlalu dini maupun merusak ranting produktif dan bunga yang berkembang.
“Panen muda tidak hanya menurunkan kualitas hasil, tapi juga berdampak pada keberlanjutan produktivitas jangka panjang. Buah yang dipetik sebelum matang petik punya biji rendah, aroma kurang maksimal, serta menurunkan mutu pala Fakfak di pasar,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pekebun terus menjaga kebun hingga musim panen barat nanti. Dengan begitu pala Fakfak tetap jadi komoditas unggulan yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga nama baik pala Fakfak sebagai warisan unggulan daerah.
Panen bersama ini menunjukkan kolaborasi pemerintah dan petani kunci menjaga kualitas. Dengan perawatan tepat dan disiplin panen, pala Fakfak bisa terus bersaing dan mensejahterakan pekebun.
[Redaktur: Hotbert Purba]