*Fokus tingkatkan mutu Pala Tomandin*
Diskusi juga membahas upaya peningkatan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak. Widhi menjelaskan kualitas produk jadi faktor utama penentu harga pala di tingkat petani. Dinas Perkebunan terus mendorong petani memanen pala yang benar-benar matang, memperbaiki penanganan pascapanen, serta menerapkan standar mutu yang disepakati bersama.
“Kami ingin petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik. Kuncinya ada pada mutu dan kualitas hasil panen. Semakin baik kualitas pala yang dihasilkan, semakin tinggi pula harga yang diterima petani,” ujarnya.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Panen Bersama di Kokas, Ajak Pekebun Jaga Kualitas Pala Jelang Musim Barat
Pemda juga kembangkan inovasi dukung peningkatan kualitas, seperti pembangunan rumah pengering solar dryer, rumah produksi, serta teknologi pascapanen yang sesuai kondisi masyarakat. Dinas Perkebunan tengah mendorong pemanfaatan daging buah pala yang belum optimal untuk diolah jadi pupuk organik maupun produk turunan bernilai ekonomi.
Widhi menegaskan percepatan pembangunan perkebunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, lembaga pendamping, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pihak lainnya.
“Kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan komoditas unggulan daerah. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan perkebunan akan lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:
Pangdam XVIII/Kasuari Tanam Pohon Pala Kenangan di Fakfak, Dorong Inovasi Hilir untuk Nilai Tambah Ekonomi
Melalui kerja sama ini, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan Yayasan Akape Inma berharap pengembangan Pala Tomandin Fakfak semakin terarah, didukung data kuat, mampu menarik investasi, mendorong hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Fakfak secara berkelanjutan.
[Redaktur: Hotbert Purba]