PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, WAISAI – Kondisi ibu kota Raja Ampat memalukan dan mengkhawatirkan. Tumpukan sampah liar menggunung hingga memenuhi bahu jalan utama akses menuju Kantor Bupati serta Taman Hutan Raya (Tahura) Raja Ampat. Pemandangan kotor ini terbuka luas, dilewati setiap hari oleh warga, pejabat, dan wisatawan.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, limbah berupa kantong plastik, sampah rumah tangga, dan rongsokan telah dibiarkan menumpuk selama tiga hari berturut-turut. Hingga Senin, 3 Agustus 2026, tidak ada tanda-tanda upaya pengangkutan atau penertiban dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Raja Ampat.
Baca Juga:
Camat Bagan Sinembah Gelar Rapat Koordinasi Bahas Permasalahan Sampah
Ketidakhadiran langkah nyata ini memicu kritik tajam publik. DLH dinilai sama sekali tidak berinisiatif, lamban, dan mengabaikan tanggung jawab dasar. Tidak terlihat adanya jadwal rutin, tindakan tegas terhadap pembuangan liar, maupun upaya pencegahan agar lokasi strategis ini tidak menjadi tempat pembuangan permanen.
Situasi ini bukan sekadar merusak estetika wajah kota dan merendahkan martabat kawasan pemerintahan serta tujuan wisata utama. Sampah yang membusuk kini berisiko tinggi menjadi sarang penyakit, sumber bau tak sedap, serta ancaman nyata bagi pencemaran tanah dan air di kawasan hijau yang berfungsi sebagai paru-paru Waisai.
Masyarakat meminta DLH segera bergerak membersihkan tumpukan tersebut hari ini juga. Selain itu, diperlukan transparansi dan perbaikan sistem pengelolaan yang tegas, agar kelalaian ini tidak terulang dan Raja Ampat tidak terus-menerus tercoreng oleh masalah sampah yang seharusnya mudah diatasi.
Baca Juga:
Kumuh dan Berbau, Persoalan Sampah di Bagan Batu Tak Kunjung Tuntas
[Redaktur: Hobert Purba]