"Prosesi Meri Totora dan penerapan Sasi Kerakera merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak. Kearifan lokal ini mengajarkan kedisiplinan dalam memanen pala pada waktu yang tepat, menjaga pohon pala tetap produktif, serta menghormati proses alam sehingga menghasilkan pala dengan mutu dan kualitas terbaik," ujarnya.
Menurutnya, penanaman Pala Tomandin grafting yang diawali prosesi Meri Totora menjadi simbol bahwa inovasi teknologi dan pembangunan perkebunan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat, budaya, dan leluhur.
Baca Juga:
Pelaku Usaha Nasional dan Korsel Lirik Pala Tomandin dan Kerajinan Pogah Khas Fakfak
Melalui kegiatan tersebut, Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak menegaskan Pekpekan Meri Totora bukan hanya perayaan budaya. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas masyarakat Fakfak, menghormati jasa leluhur, memperkuat praktik Sasi Kerakera, serta membangun komitmen bersama menjaga mutu, kualitas, dan keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak sebagai warisan budaya, komoditas unggulan daerah, dan sumber kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]