PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Dewan Adat Mbaham Matta bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menggelar prosesi adat Meri Totora yang dirangkaikan dengan penanaman bibit Pala Tomandin Fakfak hasil grafting di lingkungan Kantor Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak. Kegiatan ini menjadi tahap awal menuju Pekpekan Meri Totora yang dijadwalkan Juli mendatang.
Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Abnel Hegemur mengatakan prosesi Meri Totora memiliki makna mendalam sebagai tahapan awal Pekpekan Meri Totora. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam pohon, tetapi bentuk penghormatan kepada leluhur yang mewariskan nilai adat dan budaya menjaga pala sebagai sumber kehidupan masyarakat Fakfak.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Perkuat Mutu Pala Tomandin Lewat Pembinaan 8 Blok Penghasil Tinggi
"Kegiatan hari ini merupakan langkah awal menuju Pekpekan Meri Totora yang akan kita laksanakan pada bulan Juli mendatang. Meri Totora adalah simbol penghormatan kepada leluhur, penghormatan kepada alam, dan penghormatan terhadap warisan yang telah dititipkan kepada kita. Pala Tomandin bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga identitas masyarakat Fakfak yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Abnel.
Ia menambahkan, melalui Pekpekan Meri Totora masyarakat diajak kembali mengingat nilai adat yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan warisan budaya. Pelestarian Pala Tomandin menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati mengatakan pemerintah daerah saat ini fokus mengembangkan pala lewat Program Strategis Daerah Pala Unggul Fakfak yang menjadi prioritas pembangunan sektor perkebunan.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Panen Bersama di Kokas, Ajak Pekebun Jaga Kualitas Pala Jelang Musim Barat
Dinas Perkebunan mengembangkan Pala Tomandin Fakfak melalui teknologi grafting untuk menghasilkan tanaman budidaya yang lebih unggul, produktif, serta tetap mempertahankan karakteristik asli Pala Tomandin sebagai komoditas khas daerah.
"Saat ini pemerintah fokus pada pengembangan Pala Tomandin melalui Program Strategis Daerah Pala Unggul Fakfak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan bibit pala dengan teknologi grafting atau sambung pucuk sebagai bagian dari penguatan budidaya dan pelestarian plasma nutfah Pala Tomandin Fakfak," jelas Widhi.
Widhi menegaskan penguatan mutu dan kualitas pala tidak hanya lewat teknologi budidaya dan standar mutu, tetapi juga harus diperkuat melalui nilai budaya warisan leluhur.
"Prosesi Meri Totora dan penerapan Sasi Kerakera merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak. Kearifan lokal ini mengajarkan kedisiplinan dalam memanen pala pada waktu yang tepat, menjaga pohon pala tetap produktif, serta menghormati proses alam sehingga menghasilkan pala dengan mutu dan kualitas terbaik," ujarnya.
Menurutnya, penanaman Pala Tomandin grafting yang diawali prosesi Meri Totora menjadi simbol bahwa inovasi teknologi dan pembangunan perkebunan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat, budaya, dan leluhur.
Melalui kegiatan tersebut, Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Fakfak menegaskan Pekpekan Meri Totora bukan hanya perayaan budaya. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas masyarakat Fakfak, menghormati jasa leluhur, memperkuat praktik Sasi Kerakera, serta membangun komitmen bersama menjaga mutu, kualitas, dan keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak sebagai warisan budaya, komoditas unggulan daerah, dan sumber kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]