6. peningkatan sarana dan prasarana Perkebunan melalui penyediaan asarana pala modern 2 unit, asaran pala tradisional 5 unit, pemeliharaan asaran pala rumahan 8 unit, rumah jaga kebun pala komunal dan tradisional 5 unit, rumah produksi minyak kayu putih dan bantuan alat pasca panen 3 sasaran kelompok binaan.
7. Program penampingan dan penyuluhan Perkebunan yang berkaitan dengan pekebun pala, brigade pala, anak-anak milenial serta dengan thema pelatihan budidaya, pasca panen, rakayasa genetik, mitigasi dan perubahan iklim dan kreatifitas hilirisasi produk pala dengan sasaran 140 pekebun pala, 55 pelaku usaha pala, 80 milenial pala dan 35 brigade penanganan OPT pala.
Baca Juga:
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun 2 Solar Dryer Pala, Penguatan Hilirisasi Pala Tomandin
Capaian Program Distrik Berdaya
Program Distrik Berdaya diarahkan untuk memastikan satu wilayah atau satu kampung dengan komoditasnya. Pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing wilayah. Tahun 2025 wilayah distrik kramongmongga sebagai wilayah pinang, Mbahamdandara wilayah pesisir dengan komoditas kelapa, Kopi di Lusiperi dan Mmabunibuni, Pinang di Air Besar dan Wargeb
Melalui capaian ini, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program Pala Unggul secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya, sebagai bagian integral dari pencapaian target RPJMD Fakfak Membara 2025–2029 dan berkomitmen melanjutkan dan memperkuat Program Pala Unggul dan Distrik Berdaya sebagai fondasi pembangunan perkebunan Fakfak dengan rencana di tahun 2026 akan memperkuat hilirisasi Perkebunan pala dan tata niaga sesuai dengan rencana aksi daerah (RAD) Pala yang telah di rancang untuk ditetapkan dengan peraturan Bupati Fakfak mengikuti arah RPJMD Fakfak 2025-2029.
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
"Kami menyadari hasil yang dicapai saat ini belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan dan tantangan Masyarakat karena menyesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan daerah dan masyarakat, Namun capaian ini menjadi langkah awal yang strategis dan terarah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun, penguatan identitas pala Fakfak, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," demikian Widhi Asmoro Jati.
[Redaktur: Hotbert Purba]