Keberhasilan Program Strategis Pala Unggul Tahun 2025 juga memiliki dimensi sosial dan kultural, yaitu memperkuat pala sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Fakfak, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam perkebunan.
Menurut Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati bahwa capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul dalam Kerangka Visi Misi Fakfak Membara adalah ringkasan hasil nyata (output dan outcome awal) yang dicapai pada tahun pertama pelaksanaan program unggulan daerah Pala Unggul, sebagai bentuk implementasi langsung dari Visi dan Misi “Fakfak Membara”.
Baca Juga:
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun 2 Solar Dryer Pala, Penguatan Hilirisasi Pala Tomandin
Capaian Program Pala Unggul:
1. Peningkatan Produktivitas dan Mutu Pala
• Fasilitasi penyediaan bibit unggul pala Tomandin bersertifikat bekerjasama dengan BBPPT Ambon untuk melakukan sertifikasi sebanyak 60.781 bibit pala pada 3 penangkaran di Fakfak.
• Melalui program pengembangan Perkebunan dilakukan perluasan penambahan lahan dan budidaya pala seluas 303,75 ha dengan rincian 65 ha program APBD, 200 ha sharing dari anggaran biaya tambahan (ABT-APBN) 2025 dan 40,75 ha dari peminatan mandiri program Gertak dengan total insentif petani dengan lokus lokasi menyebar di hampir 15 distrik pada 20 kampung dan 32 kelompok.
• Program ini melibatkan petani asli Fakfak sebanyak 445 CPCL (calon petani calon lahan) dengan besaran penerimaan insentif tanam sebesar 955 juta rupiah dari dana Otsus 2025 dan langsung diterima oleh petani melalui literasi Bank BNI Fakfak.
• Budidaya tanaman perkebunan lainnya seperti kelapa genjah 8 ha, tembakau negeri 1 ha, kopi 1 ha, pinang 2 ha dan sirih 0,5 ha memenuhi 19 kelompok yang berada pada 17 kampung sasaran peminatan dengan insentif stimulan tanam dan pemeliharaan sebesar 66,5 juta di terima langsung oleh CPCL pekebun.
2. Pengendalian OPT Lebih Efektif melalui Pengendalian hama dan penyakit tanaman Perkebunan yang dilakukan secara terpadu Bersama brigade pala dalam mengasi hama dan penyakit di wilayah 4 wilayah distrik
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
3. Perbaikan Pascapanen dan Nilai Tambah dengan peningkatan kapasitas pascapanen (pengeringan, sortasi, pengemasan) serta pengendalian harga jual pala petani dan membuka peluang hilirisasi.
4. Penguatan Kapasitas SDM Pekebun melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pekebun dan pelaku usaha binaan.
5. Penguatan Kelembagaan dan Akses Pasar melalui penguatan rantai nilai, pengawasan produk pasca panen dan pameran Kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.