PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak, melalui Dinas Perkebunan Fakfak merilis capaian kinerja pelaksanaan Program Pala Unggul dan Distrik Berdaya Tahun Pertama pelaksanaan rencana Pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sebagai wujud nyata pelaksanaan visi misi Pembangunan Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) 2025-2029, khususnya dalam penguatan komoditas pala unggulan berbasis potensi lokal daerah dan program distrik berdaya satu wilayah satu komoditas.
Sepanjang tahun 2025, Program Pala Unggul menunjukkan capaian yang yang sedikit terukur. Kontribusi komoditas pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil ditetapkan dan telah memberikan kontribusi bagi daerah sejalan dengan misi Fakfak Membara dalam memperkuat sumber-sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun 2 Solar Dryer Pala, Penguatan Hilirisasi Pala Tomandin
Penerapan tata kelola perdagangan pala yang lebih tertib dan transparan telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi rakyat sekaligus memperkuat peran pala sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dari sisi pembangunan sektor perkebunan, peningkatan produksi pala Fakfak merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan produktivitas kebun rakyat.
Program perluasan, pemeliharaan dan rehabilitasi kebun pala, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pendampingan teknis budidaya melalui Gerakan tanam kebun (GERTAK) Fakfak dicapai dengan optimalisasi lahan dusun dan kebun pala.
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
Selanjutnya, penguatan mutu dan daya saing pala unggul Fakfak terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur dan pekebun, pengawasan mutu, dan pengembangan standar kualitas produk.
Langkah ini mendukung visi dan misi daerah khususnya di produk unggulan daerah dalam membangun ekonomi daerah yang berbasis nilai tambah, inovasi, dan akses pasar yang lebih luas.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati (red-Kiri)
Keberhasilan Program Strategis Pala Unggul Tahun 2025 juga memiliki dimensi sosial dan kultural, yaitu memperkuat pala sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Fakfak, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam perkebunan.
Menurut Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati bahwa capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul dalam Kerangka Visi Misi Fakfak Membara adalah ringkasan hasil nyata (output dan outcome awal) yang dicapai pada tahun pertama pelaksanaan program unggulan daerah Pala Unggul, sebagai bentuk implementasi langsung dari Visi dan Misi “Fakfak Membara”.
Capaian Program Pala Unggul:
1. Peningkatan Produktivitas dan Mutu Pala
• Fasilitasi penyediaan bibit unggul pala Tomandin bersertifikat bekerjasama dengan BBPPT Ambon untuk melakukan sertifikasi sebanyak 60.781 bibit pala pada 3 penangkaran di Fakfak.
• Melalui program pengembangan Perkebunan dilakukan perluasan penambahan lahan dan budidaya pala seluas 303,75 ha dengan rincian 65 ha program APBD, 200 ha sharing dari anggaran biaya tambahan (ABT-APBN) 2025 dan 40,75 ha dari peminatan mandiri program Gertak dengan total insentif petani dengan lokus lokasi menyebar di hampir 15 distrik pada 20 kampung dan 32 kelompok.
• Program ini melibatkan petani asli Fakfak sebanyak 445 CPCL (calon petani calon lahan) dengan besaran penerimaan insentif tanam sebesar 955 juta rupiah dari dana Otsus 2025 dan langsung diterima oleh petani melalui literasi Bank BNI Fakfak.
• Budidaya tanaman perkebunan lainnya seperti kelapa genjah 8 ha, tembakau negeri 1 ha, kopi 1 ha, pinang 2 ha dan sirih 0,5 ha memenuhi 19 kelompok yang berada pada 17 kampung sasaran peminatan dengan insentif stimulan tanam dan pemeliharaan sebesar 66,5 juta di terima langsung oleh CPCL pekebun.
2. Pengendalian OPT Lebih Efektif melalui Pengendalian hama dan penyakit tanaman Perkebunan yang dilakukan secara terpadu Bersama brigade pala dalam mengasi hama dan penyakit di wilayah 4 wilayah distrik
3. Perbaikan Pascapanen dan Nilai Tambah dengan peningkatan kapasitas pascapanen (pengeringan, sortasi, pengemasan) serta pengendalian harga jual pala petani dan membuka peluang hilirisasi.
4. Penguatan Kapasitas SDM Pekebun melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pekebun dan pelaku usaha binaan.
5. Penguatan Kelembagaan dan Akses Pasar melalui penguatan rantai nilai, pengawasan produk pasca panen dan pameran Kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
6. peningkatan sarana dan prasarana Perkebunan melalui penyediaan asarana pala modern 2 unit, asaran pala tradisional 5 unit, pemeliharaan asaran pala rumahan 8 unit, rumah jaga kebun pala komunal dan tradisional 5 unit, rumah produksi minyak kayu putih dan bantuan alat pasca panen 3 sasaran kelompok binaan.
7. Program penampingan dan penyuluhan Perkebunan yang berkaitan dengan pekebun pala, brigade pala, anak-anak milenial serta dengan thema pelatihan budidaya, pasca panen, rakayasa genetik, mitigasi dan perubahan iklim dan kreatifitas hilirisasi produk pala dengan sasaran 140 pekebun pala, 55 pelaku usaha pala, 80 milenial pala dan 35 brigade penanganan OPT pala.
Capaian Program Distrik Berdaya
Program Distrik Berdaya diarahkan untuk memastikan satu wilayah atau satu kampung dengan komoditasnya. Pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing wilayah. Tahun 2025 wilayah distrik kramongmongga sebagai wilayah pinang, Mbahamdandara wilayah pesisir dengan komoditas kelapa, Kopi di Lusiperi dan Mmabunibuni, Pinang di Air Besar dan Wargeb
Melalui capaian ini, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program Pala Unggul secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya, sebagai bagian integral dari pencapaian target RPJMD Fakfak Membara 2025–2029 dan berkomitmen melanjutkan dan memperkuat Program Pala Unggul dan Distrik Berdaya sebagai fondasi pembangunan perkebunan Fakfak dengan rencana di tahun 2026 akan memperkuat hilirisasi Perkebunan pala dan tata niaga sesuai dengan rencana aksi daerah (RAD) Pala yang telah di rancang untuk ditetapkan dengan peraturan Bupati Fakfak mengikuti arah RPJMD Fakfak 2025-2029.
"Kami menyadari hasil yang dicapai saat ini belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan dan tantangan Masyarakat karena menyesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan daerah dan masyarakat, Namun capaian ini menjadi langkah awal yang strategis dan terarah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun, penguatan identitas pala Fakfak, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," demikian Widhi Asmoro Jati.
[Redaktur: Hotbert Purba]