"Eksodus yang terjadi akibat konflik ini telah memaksa banyak saudara kita meninggalkan rumah mereka, menghadapi ketidakpastian di tempat pengungsian. Tantangan kita saat ini adalah memastikan bahwa masyarakat terdampak konflik mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan kepastian akan masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga:
KKB Mengaku Dalang Penembakan TNI di Maybrat, Dua Prajurit Gugur
Penjabat (PJ.) Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa'ad menyampaikan beberapa hal yang menjadi dasar dalam penanganan konflik sosial di Kabupaten Maybrat:
Pertama,
Pentingnya pendekatan kultural dan dialog berbasis adat dalam penyelesaian konflik. Sebagai daerah yang kaya akan kearifan lokal, kita harus mengutamakan dialog yang melibatkan tokoh adat, agama, serta masyarakat setempat.
Baca Juga:
Hadiri Sosialisasi dan Musyawarah Adat Binasket Suku Tehit di Tanah Papua, Ini Kata Dr. Sellvyana Sangkek
Mereka adalah pemangku kepentingan utama yang memiliki peran strategis dalam meredakan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan antar kelompok.
Kedua,
Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, serta semua elemen masyarakat adalah kunci dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.