Menurunnya tingkat serangan OPT, meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi pala yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga reputasi Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Widhi Asmoro Jati, ST, MT dalam kesempatannya mengatakan bahwa saat ini ada beberapa Lokasi kebun Masyarakat yang terkena ganguan OPT hama dan penyakit yang sudah harus dilakukan Tindakan preventif secara dini agar tidak menyebar luas.
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
Untuk itu Brigade pala yang di bentuk akan menjadi Kader pengendalian di kampung agar semakin peka dan respon dalam membantu penanganan serangan OPT hama dan penyakit yang terjadi. Mereka juga dapat menjadi fasilitator dalam inovasi budidaya dalam memperkenalkan metode ramah lingkungan dalam mengendalikan OPT serta sebagai penghubung informasi antara petani pala, Dinas Perkebunan sehingga kejadian OPT segera direspons lebih cepat dan lebih akurat.
Lebih jauh, Brigade Pala juga sebagai ujung tombak peningkatan produktivitas dan perlindungan tanaman pala. Dengan peran strategis tersebut sangat membantu menjamin keberlanjutan produksi pala, menjaga ketahanan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani pala.
[Redaktur: Hotbert Purba]