PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Produktivitas pala akan sulit meningkat apabila serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak dikendalikan dengan baik dan tepat waktu.
Tantangan di lapangan saat ini pada beberapa wilayah pala menunjukkan bahwa beberapa kebun pala menghadapi kendala karena palanya terserang hama dan penyakit.
Baca Juga:
Pembahasan Draft Perbup RAD Pala dan RAD Perkebunan Sawit Tahun 2025–2029 dalam Mendukung RPJMD Fakfak Membara 2025–2029
Untuk menjawab dan mengantisipasi persoalan tersebut, Dinas Perkebunan Fakfak, terus melakukan penguatan kapasitas Brigade Pala sebagai Langkah strategis dan prioritas untuk menjawab tantangan yang dihadapi.
Dalam acara pelatihan dan pembinaan tim brigade OPT yang berjumlah 30 orang berasal dari berbagai kampung yang potensial banyak terserang hama dan penyakit dengan tema optimalisasi peran brigade Pala tomandin Fakfak dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menuju peningkatan produktivitas pala tomandin Fakfak pada Kamis (4/12/25) di Ruang Tomandin Fakfak.
Tim teknis Dinas Perkebunan Fakfak, Syaiful B. Alkatiri, S.Hut dan George Waruma, S.ST mengatakann bahwa Brigade Pala merupakan garda terdepan pengendalian OPT di tingkat lapangan untuk membantu mengatasi hama dan penyakit yang menganggau pertumbuhan pala.
Baca Juga:
Penguatan Mutu dan Kualitas Pala Tomandin, Langkah Strategis Mendukung Program Pala Unggul Kabupaten Fakfak
Melalui pelatihan terpadu, petugas brigade dan petani dapat meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi secara cepat dan cermat hama dan penyakit pada tanaman pala dan mampu melakukan pengendalian secara hayati, pestisida nabati, dan sanitasi kebun agar mencegah kerusakan lebih luas.
Mereka juga diajari bagaimana melakukan pendampingan berkelanjutan kepada petani melalui Gerakan Pengendalian.
Dengan adanya pelatihan berkelanjutan, Brigade Pala akan semakin profesional, responsif, dan siap memberikan solusi cepat di lapangan. Hal ini akan berdampak langsung pada
Menurunnya tingkat serangan OPT, meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi pala yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga reputasi Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Widhi Asmoro Jati, ST, MT dalam kesempatannya mengatakan bahwa saat ini ada beberapa Lokasi kebun Masyarakat yang terkena ganguan OPT hama dan penyakit yang sudah harus dilakukan Tindakan preventif secara dini agar tidak menyebar luas.
Untuk itu Brigade pala yang di bentuk akan menjadi Kader pengendalian di kampung agar semakin peka dan respon dalam membantu penanganan serangan OPT hama dan penyakit yang terjadi. Mereka juga dapat menjadi fasilitator dalam inovasi budidaya dalam memperkenalkan metode ramah lingkungan dalam mengendalikan OPT serta sebagai penghubung informasi antara petani pala, Dinas Perkebunan sehingga kejadian OPT segera direspons lebih cepat dan lebih akurat.
Lebih jauh, Brigade Pala juga sebagai ujung tombak peningkatan produktivitas dan perlindungan tanaman pala. Dengan peran strategis tersebut sangat membantu menjamin keberlanjutan produksi pala, menjaga ketahanan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani pala.
[Redaktur: Hotbert Purba]