PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat - Bangkai kapal yang hanyut di perairan Meosmansar sudah dua minggu menjadi ancaman bagi ekosistem laut Meosmansar.
Warga kesulitan mengevakuasi bangkai tersebut secara mandiri dan mendesak pihak berwenang segera turun tangan.
Baca Juga:
DPC Partai Gerindra Raja Ampat Dukung Pergantian Pimpinan BGN, Harapkan Program Berjalan Optimal
Kapal yang kondisinya telah terbakar dilaporkan hanyut tak berarah di perairan wilayah Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu (9/5/2026).
Hingga saat ini, identitas maupun asal-usul kapal tersebut belum diketahui secara pasti, dan keberadaannya dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi merusak ekosistem terumbu karang yang menjadi kekayaan utama wilayah tersebut.
Kapal tanpa penanggung jawab ini diketahui hanyut melintasi perairan di antara permukiman Kampung Yenbekwan, Sawinggrai, Yenbuba, dan kawasan sekitarnya.
Baca Juga:
Institut USBA Gerakkan Warga Tiga Kampung di Distrik Ayau Tanam 1.020 Bibit Mangrove, Atasi Banjir Pasang dan Jaga Ekosistem Pesisir
Masyarakat setempat sangat cemas, mengingat jika kapal tersebut kandas atau menabrak kawasan terumbu karang (reef), kerusakan besar bagi lingkungan dan mata pencaharian warga tidak dapat dihindari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga telah berupaya melakukan evakuasi dan pengendalian terhadap kapal tersebut agar tidak masuk ke kawasan rawan. Namun, upaya tersebut menemui kendala besar karena keterbatasan sarana dan armada yang dimiliki masyarakat.
Kapal-kapal kecil milik warga tidak memiliki tenaga dan kekuatan yang cukup untuk menunda atau menggeser kapal terbakar tersebut.