7. Calon Petani penerima bantuan (CPCL) yang berminat dalam program ini akan memperoleh bantuan stimulan atau dana perangsang berupa insentif tanam Senilai Rp 1.600.000/ha setelah melakukan proses penanaman;
8. Mengisi form terlampir dan diserahkan kepada Dinas Perkebunan Fakfak paling lambat diserahkan kembali pada akhir bulan Februari 2026.
Baca Juga:
Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal Tahun 2026 Capai Rp48 Juta Lebih
9. Hal-hal yang belum jelas dalam pemberitahuan ini dapat menghubungi Kasie. Produksi dan Usaha Perkebunan Sdri. Imelda Hegemur dengan Hp 081248134932 dan staf Sdri. Ariseptiastuti, Hp 081248246484.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyampaikan bahwa Program Peminatan Perluasan Lahan Pala seluas 1.000 hektar ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat posisi Pala Unggul Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga mendukung penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta kesejahteraan pekebun pala secara berkelanjutan, dengan pelaksanaan yang terukur, tepat sasaran, dan berbasis data CPCL, serta tetap menjunjung keadilan, keberlanjutan lingkungan, dan kearifan lokal.
Baca Juga:
Begini Edaran Bupati Fakfak Tentang Penertiban Waktu Pembelian Pala oleh Pelaku Usaha Pala Tahun 2026
Widhi menambahkan, sasaran program diprioritaskan hanya bagi petani Orang Asli Fakfak (OAP) yang memiliki lahan siap tanam dan belum pernah menerima bantuan sebelumnya, serta menekankan pentingnya peran aktif Kepala Kampung dan tokoh adat dalam mendukung pendataan dan memastikan status lahan yang aman dan transparan.
Ia menegaskan bahwa Program Peminatan Perluasan Lahan Pala tidak semata-mata dinilai dari besaran insentif tanam yang diberikan kepada petani, melainkan dari nilai strategis pala sebagai tanaman investasi jangka panjang bagi generasi Fakfak.
“Jangan melihat program ini hanya dari seberapa besar insentif yang diberikan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pala kita tanam hari ini menjadi investasi masa depan, yang hasilnya pasti dan akan dinikmati oleh generasi yang menanam maupun generasi sesudahnya,” ujar Widhi.