"Melalui PENAS XVII ini kami ingin menunjukkan bahwa Pala Tomandin Fakfak memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai produk hilir yang bernilai ekonomi tinggi. Inilah wujud nyata pengembangan komoditas unggulan daerah yang memberikan manfaat langsung bagi petani, UMKM, dan masyarakat Fakfak," kata Widhi.
Perwakilan petani pala Fakfak Konstantinus Uswanas menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat atas dukungan pembiayaan sehingga petani pekebun Fakfak dapat mengikuti PENAS XVII.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Gandeng YAI Perkuat Database Petani Dukung Hilirisasi Pala Tomandin
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Perkebunan Fakfak yang memfasilitasi keikutsertaan dan membawa produk turunan pala untuk dipromosikan.
"Kehadiran kami membawa berbagai produk turunan pala Fakfak sebagai bentuk promosi komoditas unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar dan kerja sama yang lebih luas bagi petani," ujar Konstantinus.
Menurut Widhi, Konstantinus merupakan petani dan pekebun pala aktif, mantan pegawai perkebunan, serta anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak. Pengalamannya di bidang perkebunan dinilai dapat menjadi representasi petani pekebun pala Fakfak di forum nasional.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Perkuat Mutu Pala Tomandin Lewat Pembinaan 8 Blok Penghasil Tinggi
Produk yang ditampilkan merupakan hasil inovasi masyarakat, kelompok tani, dan pelaku UMKM lokal yang terus didorong Pemerintah melalui Program Strategis Pala Unggul Fakfak.
Keikutsertaan di PENAS XVII diharapkan mampu memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang investasi, memperkuat kemitraan antardaerah, serta mengukuhkan Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan Papua Barat yang berdaya saing.
[Redaktur: Hotbert Purba]