Mengutip situs resmi Badan Gizi, salah satu poin penting dalam pedoman adalah bahwa menu yang disediakan harus lengkap, sesuai dengan prinsip gizi seimbang, dan memenuhi 20–35% kebutuhan energi harian, tergantung kelompok usia.
Menu MBG wajib mencakup:
* Sumber karbohidrat (beras, ubi, jagung, mie)
* Protein hewani & nabati (ayam, ikan, telur, tempe, tahu)
* Sayuran segar (bayam, wortel, kol, dll)
* Buah-buahan lokal (pepaya, pisang, melon)
* Sumber lemak sehat (minyak nabati, santan, mentega)
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat
Tidak kalah penting, makanan harus aman dikonsumsi, diolah dengan cara yang higienis, dan sangat direkomendasikan menggunakan bahan pangan lokal.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma soal kenyang. Pemerintah menetapkan pedoman teknis yang cukup ketat mengenai berapa banyak energi dan zat gizi yang harus ada dalam setiap menu. Standar ini disusun sangat rinci dan tersegmentasi, menyesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran, mulai dari siswa sekolah, balita, ibu hamil, hingga santri.
Dengan perhitungan yang spesifik berdasarkan usia dan aktivitas, MBG bertujuan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung konsentrasi belajar, mencegah anemia, dan memperkuat tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Baca Juga:
Semangat Gotong Royong, TNI–Rakyat bersihkan tempat ibadah sambut Bulan Suci Ramadhan
Penyusunan menu MBG tidak bisa dilakukan asal-asalan. Pedoman menetapkan siklus menu 20 hari yang memperhitungkan variasi bahan, kemudahan pengolahan, kesesuaian dengan lidah anak, serta estimasi biaya.
Misalnya, dalam 20 hari, telur dan ayam bisa muncul masing-masing 8 kali, sedangkan tahu dan tempe 10 kali. Tujuannya bukan sekadar efisiensi, tapi juga mencegah kejenuhan dan memastikan asupan zat gizi terpenuhi. Komposisi gizi menjadi prioritas utama, tidak harus bergantung pada satu jenis makanan populer, melainkan memastikan semua komponen makro dan mikronutrien tercakup dalam menu harian.
Tidak kalah penting, aspek keamanan pangan juga diatur ketat. Lima prinsip wajib diterapkan di dapur penyedia MBG, mulai dari menjaga kebersihan alat, memasak hingga suhu aman, hingga penggunaan air bersih dan bahan yang layak. Jika diabaikan, program ini justru bisa menimbulkan masalah seperti diare dan keracunan makanan.