Keunggulan bimtek adalah metode "learning by doing". Usai menerima materi di kelas, siswa langsung mempraktikkan penanaman bibit Pala Tomandin hasil grafting atau sambung pucuk di lingkungan sekolah.
Pada praktik tersebut, siswa juga dikenalkan Pupuk Hayati TOP, inovasi lokal Papua Barat yang berfungsi memperkaya unsur hara, meningkatkan mikroorganisme bermanfaat, dan mendukung pertumbuhan pala secara sehat dan ramah lingkungan.
Baca Juga:
Pelaku Usaha Nasional dan Korsel Lirik Pala Tomandin dan Kerajinan Pogah Khas Fakfak
Widhi menegaskan Pala Tomandin Fakfak bukan sekadar komoditas, melainkan identitas daerah, warisan budaya, dan sumber penghidupan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses menanam, merawat, melindungi tanaman, hingga mengenal potensi hilirisasi dan nilai ekonomi pala. Harapannya, mereka tumbuh menjadi petani modern, pelaku usaha, inovator, maupun duta Pala Tomandin Fakfak," katanya.
Pemkab berharap bimtek ini melahirkan generasi muda yang bangga terhadap Pala Tomandin, memahami budidaya dan perlindungan tanaman, mampu berinovasi, serta menjadi pelopor pelestarian lingkungan melalui gerakan menanam pala.
Baca Juga:
Bank Mandiri dan Pemkab Fakfak Percepat Digitalisasi E-Retribusi Pala Tomandin
Program ini ditargetkan menjadi fondasi estafet pembangunan sektor perkebunan, memperkuat daya saing Pala Tomandin, dan mewujudkan visi menjadikan pala sebagai komoditas unggulan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi kebanggaan Kabupaten Fakfak.
[Redaktur: Hotbert Purba]