PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan menguatkan komitmen membangun sumber daya manusia unggul sejak dini. Komitmen itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Anak Milenial Usia Sekolah tentang Pala Tomandin Fakfak yang digelar secara bertahap di empat sekolah menengah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Strategis Pala Unggul Fakfak, program prioritas Pemkab Fakfak untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Baca Juga:
Pelaku Usaha Nasional dan Korsel Lirik Pala Tomandin dan Kerajinan Pogah Khas Fakfak
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan keberhasilan pembangunan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan produksi, tetapi juga oleh kesiapan generasi penerus.
"Bimtek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pala Unggul Fakfak yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan hari ini adalah membangun pengetahuan dan karakter generasi muda," ujar Widhi, Jumat (1/8/2026).
Bimtek menyasar SMA Negeri 2 Fakfak, SMA Don Bosco Fakfak, Magefa Fakfak, dan SMK Negeri Werba Fakfak.
Baca Juga:
Bank Mandiri dan Pemkab Fakfak Percepat Digitalisasi E-Retribusi Pala Tomandin
Melalui kegiatan ini, pelajar tidak hanya mengenal pala sebagai tanaman perkebunan. Mereka juga dibekali pemahaman nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang melekat pada Pala Tomandin Fakfak.
Materi bimtek mencakup teknik pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga perlindungan tanaman melalui pengenalan hama dan penyakit secara ramah lingkungan.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep hilirisasi. Hasil pala dapat diolah menjadi minyak atsiri, sirup pala, manisan, minuman herbal, kosmetik, hingga produk kesehatan. Tujuannya menumbuhkan semangat kewirausahaan agar generasi muda melihat pala sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Keunggulan bimtek adalah metode "learning by doing". Usai menerima materi di kelas, siswa langsung mempraktikkan penanaman bibit Pala Tomandin hasil grafting atau sambung pucuk di lingkungan sekolah.
Pada praktik tersebut, siswa juga dikenalkan Pupuk Hayati TOP, inovasi lokal Papua Barat yang berfungsi memperkaya unsur hara, meningkatkan mikroorganisme bermanfaat, dan mendukung pertumbuhan pala secara sehat dan ramah lingkungan.
Widhi menegaskan Pala Tomandin Fakfak bukan sekadar komoditas, melainkan identitas daerah, warisan budaya, dan sumber penghidupan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses menanam, merawat, melindungi tanaman, hingga mengenal potensi hilirisasi dan nilai ekonomi pala. Harapannya, mereka tumbuh menjadi petani modern, pelaku usaha, inovator, maupun duta Pala Tomandin Fakfak," katanya.
Pemkab berharap bimtek ini melahirkan generasi muda yang bangga terhadap Pala Tomandin, memahami budidaya dan perlindungan tanaman, mampu berinovasi, serta menjadi pelopor pelestarian lingkungan melalui gerakan menanam pala.
Program ini ditargetkan menjadi fondasi estafet pembangunan sektor perkebunan, memperkuat daya saing Pala Tomandin, dan mewujudkan visi menjadikan pala sebagai komoditas unggulan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi kebanggaan Kabupaten Fakfak.
[Redaktur: Hotbert Purba]