"Visi Fakfak Membara adalah membangun bersama rakyat dengan memanfaatkan seluruh potensi daerah secara berkelanjutan. Pala Tomandin Fakfak bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi merupakan identitas daerah, warisan budaya, sekaligus sumber penghidupan ribuan keluarga pekebun. Karena itu, menjaga kualitas pala berarti menjaga masa depan ekonomi Fakfak," ujar Bupati.
Menurutnya, branding Pala Unggul harus dibangun melalui kualitas yang konsisten. Buah harus dipanen saat matang sempurna, ditangani sesuai standar pascapanen, diperdagangkan secara jujur dan transparan, serta didukung pengawasan yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, MPIG, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga:
Bank Mandiri dan Pemkab Fakfak Percepat Digitalisasi E-Retribusi Pala Tomandin
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi mewujudkan Distrik dan Kampung Berdaya, di mana setiap distrik dan kampung sentra pala menjadi pusat produksi dengan tata kelola kebun yang baik dan perdagangan yang sehat.
"Kita ingin setiap distrik dan kampung sentra pala menjadi kampung yang produktif, bersih, tertib, dan memiliki daya saing. Ketika kebun terawat, hasil panen meningkat, kualitas terjaga, dan perdagangan berlangsung adil, maka manfaat ekonominya akan kembali kepada masyarakat," tegasnya.
Bupati mengajak seluruh kepala distrik, kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, kelompok tani, dan pelaku usaha untuk bersama menyukseskan pelaksanaan lima Surat Edaran tersebut.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Bangun 10 Asaran Pala Tradisional, Perkuat Mutu dan Ekonomi OAP
"Keberhasilan Musim Panen Pala Barat 2026 bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat Fakfak. Dengan semangat gotong royong dan nilai Satu Tungku Tiga Batu, saya yakin kita mampu menghadirkan musim panen yang berkualitas dan memperkuat posisi Pala Tomandin Fakfak di pasar dunia," pungkasnya.
Melalui lima Surat Edaran ini, Pemkab Fakfak berharap musim panen menjadi momentum memperkuat transformasi sektor perkebunan, meningkatkan nilai tambah komoditas pala, menjaga kelestarian Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak, serta memperkokoh Kabupaten Fakfak sebagai pusat pengembangan pala unggulan Indonesia.
[Redaktur: Hotbert Purba]