PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Jakarta – bp dan para mitranya menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) baru di Indonesia, sehingga total partisipasi bp di blok minyak dan gas di Indonesia menjadi 11 blok.
Dua dari tiga PSC baru tersebut mencakup blok eksplorasi Bintuni dan Drawa yang berlokasi dekat dengan Tangguh LNG di Papua Barat.
Baca Juga:
Tangguh LNG Tegaskan Komitmen Dukung Pemulihan Listrik di Tanah Merah Baru dan Saengga Teluk Bintuni
Kedekatan lokasi ini membuka potensi pengembangan dalam jangka waktu yang lebih singkat.
Selain itu, bp juga berpartisipasi di blok Barong di Jawa Timur yang dioperasikan oleh INPEX. Perjanjian ini merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Penandatanganan dilakukan oleh bp dan Pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, serta disaksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Baca Juga:
bp Indonesia Tegaskan Komitmen Terhadap Operasi yang Aman, Transparan, dan Memberi Dampak Positif Bagi Masyarakat Fakfak
“Perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami telah memiliki aset kelas dunia di Indonesia. Jika eksplorasi ini berhasil, kedekatan dua blok baru ini dengan fasilitas kami yang sudah ada akan mendukung pengembangan dan produksi sumber daya dari kedua blok tersebut di masa mendatang,” kata William Lin, EVP gas & low carbon energy dikutip siaran pers bp, Rabu (20/5/2026)
Ia menambahkan, tahun ini menandai 60 tahun kehadiran bp di Indonesia. Melalui dedikasi tim regional serta fokus pada keselamatan dan kinerja operasional, bp berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk mendukung ketahanan energi dan tujuan pembangunan Indonesia.
Kontrak Bagi Hasil ditandatangani pada acara Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2026.