PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Bea Cukai Fakfak memusnahkan barang-barang hasil penindakan di bidang cukai yang telah berstatus barang yang menjadi milik negara pada Senin, 19 Mei 2025.
Pemusnahan dilaksanakan pada halaman Bea Cukai Fakfak dengan rincian sebanyak 7.220 batang rokok ilegal, 37 botol hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), dan 194 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Estimasi nilai barang keseluruhan mencapai lebih dari Rp 27 juta.
Baca Juga:
Bea Cukai Ungkap Alasan Rokok Ilegal Menjamur: Warga RI Masih Cari yang Murah!
Kepala Bea Cukai Fakfak, Rahmat Handoko, menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan ini dilaksanakan secara terbuka sebagai wujud transparansi publik dan juga sebagai media edukasi masyarakat guna lebih waspada terhadap peredaran barang ilegal khususnya rokok dan MMEA.
“Pemusnahan ini merupakan komitmen Bea Cukai dalam memberantas barang-barang ilegal, khususnya BKC ilegal seperti rokok dan MMEA. Ini merupakan bagian dari transparansi dan kehadiran Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari dampak barang ilegal juga menjaga eksistensi para pelaku industri dalam negeri,” kata Rahmat Handoko.
Rahmat Handoko menjelaskan aksi pemusnahan ini juga sekaligus sebagai edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM ataupun pedagang kecil agar lebih hati-hati dalam menjual atau mendapatkan produk dagangnya.
Baca Juga:
Soal Temuan Beras Ilegal 250 Ton di Sabang, Bos Bea Cukai Buka Suara
Para pelaku usaha jangan mudah tergiur iming-iming mendapat untung lebih misal mendapat tawaran menjual rokok tanpa pita cukai, karena hal tersebut melanggar hukum.
Ia menambahkan mayoritas hasil penindakan di wilayah Kabupaten Fakfak ini merupakan rokok tanpa dilekati pita cukai.
Bea Cukai Fakfak lakukan pemusnahan barang ilegal. (Foto: WAHANANEWS/Frances)