Meskipun dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang tidak menentu, semangat tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta para relawan tidak surut.
Sambungnya, seluruh personel terus bekerja dengan dedikasi tinggi untuk menyelamatkan korban dan memulihkan kondisi masyarakat Pegunungan Arfak yang terdampak bencana.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Bantah Timbun Bantuan, Basyri: Disiapkan untuk Penghuni Huntara dan Huntap
“Untuk 3 jenazah yang tiba di RS Bhayangkara Polda Papua Barat dari tadi malam hingga saat ini tim DVI masih dalam proses identifikasi korban,” demikian Kabid Humas.
Berdasarkan data dari Basarnas Manokwari, ini nama - nama 19 korban banjir bandang dan longsor, 9 Korban masih hilang:
Pit Takaliumang (45)
George Takaliumang (55)
Yosi Takaliumang (40)
Bili Takaliumang (50)
Andri Mandage (20)
Fence Mandage (41)
Jufri Sarenosa (35)
Olden Mote (25)
Jhon (40)
Jun (25)
Reki Mote (30)
Melkianus Mandacan (30)
Robertus Edison Nurak (30)
Oktovainus Petrus (23)
Laurensius Danilson (23)
Yan Leo (26)
Eleven Primus Elianus (29)
Epen (20)
Erik (25)
Baca Juga:
Banjir Bandang Terjang Kampung Toweren, Sawah Tertutup Kayu dan Lumpur
[Redaktur: Alpredo Gultom]