Pukul 09.30 WIT, tim gabungan yang dipimpin Kabag Ops mulai bergerak ke titik longsor. Kemudian pada pukul 11.00 WIT, Karo Ops, Kapolres, dan Dandim 1812 turut memantau langsung lokasi bencana.
Berdasarkan hasil penilaian visual menggunakan drone oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar), ditemukan potensi longsor lanjutan di area terdampak, sehingga pencarian penuh belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga:
Pemerintah Pusat-Daerah Perkuat Koordinasi Tangani Dampak Banjir Bandang di Sitaro
Meski demikian, satu unit alat berat eskavator yang telah didatangkan mulai dioperasikan terbatas di zona aman. Sekitar pukul 12.30 WIT, tim Ditreskrimsus Polda Papua Barat berhasil menemukan satu korban meninggal dunia yang tertimbun material longsor.
Korban dievakuasi menggunakan eksavator dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Dengan penemuan korban ini, total jumlah korban tanah longsor yang telah ditemukan mencapai 10 orang, dari total 19 korban yang dilaporkan hilang. Masih terdapat 9 korban yang belum ditemukan.
Baca Juga:
Banjir Rendam Empat Kecamatan di Melawi, Lebih dari Seribu KK Terdampak
Pada pukul 13.30 WIT, seluruh tim kembali ke posko karena hujan kembali turun di lokasi longsor. Dengan pertimbangan keselamatan, kegiatan pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangan melalui rilis menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan di lokasi bencana.
“Kami siap mendukung Kansar Manokwari dan BPBD Papua Barat untuk proses pencarian dan evakuasi korban. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan efektif,” kata Kabid Humas, Rabu (21/5/2025).