Bibit cabutan juga tidak memiliki jaminan mutu genetik maupun kesehatan karena tidak melalui sertifikasi. Akibatnya produktivitas sulit diprediksi dan dapat menghambat upaya menjaga kemurnian varietas serta perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT. menyebut sertifikasi bibit merupakan langkah strategis memastikan tersedianya bibit pala unggul yang dapat diperdagangkan secara legal dan memenuhi persyaratan mutu untuk kebutuhan pengadaan bibit pemerintah maupun masyarakat.
Baca Juga:
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Gelar Meri Totora, Tanam Pala Tomandin Grafting
“Kami ingin memastikan seluruh bibit yang disalurkan kepada petani maupun digunakan dalam kegiatan pemerintah berasal dari sumber benih unggul yang terjamin kualitasnya dan telah memiliki sertifikat. Dengan sertifikasi ini, bibit pala hasil penangkaran dapat diperdagangkan secara resmi, menjadi sumber bibit terpercaya, serta mendukung kebutuhan pengadaan bibit pada kegiatan pengembangan perkebunan pala,” ujar Widhi.
Menurut Widhi, penggunaan bibit bersertifikat dari BPT-PIT Pala Tomandin Fakfak menjadi bagian penting Program Strategis Pala Unggul Fakfak agar petani memperoleh tanaman yang lebih seragam, produktif, dan berkelanjutan.
Sertifikasi benih juga melindungi petani pekebun pala dengan jaminan mutu, mengurangi risiko gagal tanam, meningkatkan produktivitas kebun, serta memperkuat daya saing pala Fakfak di pasar global. Sertifikasi berperan strategis menjaga kemurnian varietas dan keberlanjutan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak yang dikenal memiliki aroma, cita rasa, dan kualitas unggul.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Gandeng YAI Perkuat Database Petani Dukung Hilirisasi Pala Tomandin
Melalui sertifikasi berkelanjutan, Pemkab Fakfak bersama BBPPTP Ambon berkomitmen memperkuat sistem perbenihan daerah, meningkatkan kapasitas penangkar lokal, menjaga kemurnian varietas unggul, serta memastikan tersedianya bibit bersertifikat untuk berbagai program pengembangan. Langkah ini mendukung Program Strategis Pala Unggul Fakfak dalam mewujudkan peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan komoditas pala sebagai warisan ekonomi masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]