PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon, BKPRM Manokwari bersama Dinas Perkebunan Fakfak melaksanakan sertifikasi benih pala pada dua penangkar binaan, Kelompok Penangkar Sikapori dan Balili Jaya. Kegiatan ini untuk menjamin mutu, keaslian varietas, serta ketersediaan bibit unggul guna mendukung Program Strategis Pala Unggul Fakfak.
Sertifikasi merupakan bagian pembinaan tiga sasaran penangkar benih pala di Fakfak yang disiapkan sebagai penyedia bibit unggul bersertifikat. Proses dilakukan lewat pemeriksaan lapangan terhadap sumber benih, pembibitan, mutu fisik benih, kesehatan tanaman, kesesuaian media tanam, hingga penerapan standar teknis perbenihan.
Baca Juga:
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Gelar Meri Totora, Tanam Pala Tomandin Grafting
Benih yang disertifikasi berasal dari sumber benih unggul Pala Tomandin Fakfak yang ditetapkan lewat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 87/Kpts/KB.020/12/2016 tentang Penetapan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih di Kabupaten Fakfak. Sumber benih dari delapan BPT dan PIT tersebut telah diseleksi berdasarkan produktivitas, kualitas buah, kesehatan tanaman, dan kemurnian varietas.
Hasil sertifikasi menunjukkan tersedia lebih dari 40 ribu bibit pala bersertifikat yang siap edar dan diperdagangkan secara legal. Bibit ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan pala, rehabilitasi kebun masyarakat, dan kebutuhan pengadaan bibit pada berbagai kegiatan pemerintah.
Secara teknis, bibit yang disertifikasi berasal dari varietas unggul Pala Tomandin dengan umur rata-rata delapan bulan, tinggi minimal 30 cm, diameter batang 0,3 cm, rata-rata 10 helai daun, tumbuh seragam, sehat, dan bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan. Media tanam menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kombinasi tanah, pasir, dan pupuk kandang sesuai standar teknis.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Gandeng YAI Perkuat Database Petani Dukung Hilirisasi Pala Tomandin
Ahli Sertifikasi Benih BBPPTP Ambon Novi menjelaskan sertifikasi benih memberi jaminan mutu kepada petani bahwa bibit berasal dari sumber benih unggul yang diawasi secara teknis.
“Sertifikasi benih merupakan instrumen penting untuk menjamin identitas varietas, mutu genetik, mutu fisik, dan kesehatan bibit. Dengan bibit bersertifikat, petani memperoleh kepastian tanaman berasal dari sumber benih yang jelas, potensi produksi baik, serta lebih terjamin keberhasilannya di lapangan,” kata Novi.
Novi menambahkan penggunaan bibit bersertifikat dari BPT-PIT Pala Tomandin Fakfak menjadi solusi mengurangi penggunaan bibit cabutan yang masih banyak dipakai petani. Bibit cabutan tidak menjamin kemurnian varietas, berisiko rusak akar saat pencabutan, tingkat kematian tinggi, pertumbuhan tidak seragam, serta berpotensi membawa hama penyakit.
Bibit cabutan juga tidak memiliki jaminan mutu genetik maupun kesehatan karena tidak melalui sertifikasi. Akibatnya produktivitas sulit diprediksi dan dapat menghambat upaya menjaga kemurnian varietas serta perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT. menyebut sertifikasi bibit merupakan langkah strategis memastikan tersedianya bibit pala unggul yang dapat diperdagangkan secara legal dan memenuhi persyaratan mutu untuk kebutuhan pengadaan bibit pemerintah maupun masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh bibit yang disalurkan kepada petani maupun digunakan dalam kegiatan pemerintah berasal dari sumber benih unggul yang terjamin kualitasnya dan telah memiliki sertifikat. Dengan sertifikasi ini, bibit pala hasil penangkaran dapat diperdagangkan secara resmi, menjadi sumber bibit terpercaya, serta mendukung kebutuhan pengadaan bibit pada kegiatan pengembangan perkebunan pala,” ujar Widhi.
Menurut Widhi, penggunaan bibit bersertifikat dari BPT-PIT Pala Tomandin Fakfak menjadi bagian penting Program Strategis Pala Unggul Fakfak agar petani memperoleh tanaman yang lebih seragam, produktif, dan berkelanjutan.
Sertifikasi benih juga melindungi petani pekebun pala dengan jaminan mutu, mengurangi risiko gagal tanam, meningkatkan produktivitas kebun, serta memperkuat daya saing pala Fakfak di pasar global. Sertifikasi berperan strategis menjaga kemurnian varietas dan keberlanjutan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak yang dikenal memiliki aroma, cita rasa, dan kualitas unggul.
Melalui sertifikasi berkelanjutan, Pemkab Fakfak bersama BBPPTP Ambon berkomitmen memperkuat sistem perbenihan daerah, meningkatkan kapasitas penangkar lokal, menjaga kemurnian varietas unggul, serta memastikan tersedianya bibit bersertifikat untuk berbagai program pengembangan. Langkah ini mendukung Program Strategis Pala Unggul Fakfak dalam mewujudkan peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan komoditas pala sebagai warisan ekonomi masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]