PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Dukungan terhadap peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua terus mengalir dari berbagai kelompok masyarakat Islam dan Kristen di Kabupaten Fakfak. Salah satunya datang dari jamaah Masjid Al Mahdi Kebun Kelapa yang menggelar gotong royong di lingkungan masjid dan Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH), Sabtu 31 Mei 2026.
RTH menjadi lokasi strategis yang disiapkan panitia sebagai pusat pelaksanaan berbagai program menjelang puncak peringatan 8 Agustus 2026 mendatang.
Baca Juga:
Pangdam XVIII/Kasuari Tekankan Profesionalisme dan Integritas Saat Kunker ke Korem 182/JO Fakfak
Panitia tidak hanya fokus pada pertemuan, tapi juga mengajak masyarakat menyiapkan fasilitas pendukung agar pelaksanaan nanti berjalan nyaman bagi tamu undangan.
Ketua Panitia Peringatan Ke-666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua 8 Agustus 2026 Wahidin Puarada menjelaskan, rangkaian acara agung direncanakan berlangsung mulai Juli hingga puncaknya 8 Agustus 2026 di Taman RTH Fakfak. Antusiasme warga Fakfak sebagai tuan rumah sudah terasa sejak jauh hari.
“Sebagai wujud dukungan dan partisipasi aktif untuk menyukseskan perayaan tersebut, warga Kebun Kelapa yang tergabung dalam jamaah Masjid Al Mahdi Fakfak mengadakan kegiatan gotong royong dan kerja bakti secara masal. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan di sekitar area masjid serta pembersihan area taman terbuka hijau,” jelas Wahidin Puarada dalam keterangan resminya dikutip Minggu.
Baca Juga:
Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Yonif TP 808/Mbahammatta di Fakfak, Tekankan Profesionalisme Prajurit
Warga foto bersama usai gotong royong
Pemandangan kekompakan terlihat di lokasi kerja bakti. Kegiatan melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia. Sebagian warga bahu-membahu merapikan area sekitar bangunan dengan memindahkan material batu dan meratakan tanah. Ibu-ibu sigap membersihkan rumput liar, menyapu sisa dedaunan, dan membakar sampah agar lingkungan tetap asri.
Keterlibatan anak-anak dengan semangat ceria juga menjadi perhatian. Menurut Wahidin, ini menjadi sarana edukasi menanamkan rasa cinta lingkungan dan semangat gotong royong sejak dini.
“Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan bentuk persiapan spiritual dan fisik jamaah Masjid Al Mahdi. Peringatan ke-666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua diperkirakan akan menyedot perhatian banyak pihak dan mendatangkan tamu dari berbagai daerah,” target mantan Qori Internasional itu.
Dengan lingkungan masjid yang bersih, rapi, dan hijau, warga Kebun Kelapa berharap dapat memberi kenyamanan bagi tamu dan jamaah yang hadir ke Fakfak. Semangat gotong royong ini juga mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan masyarakat Fakfak yang menjaga kebersihan hati dan lingkungan dalam menyambut syiar Islam yang damai di ujung timur Indonesia.
Wahidin mengaku semangat warga semakin membara karena dirinya hadir langsung di tengah kegiatan. Ia berharap inisiatif jamaah Masjid Al Mahdi bisa menjadi inspirasi bagi kampung dan masjid lain di Kabupaten Fakfak untuk terus berbenah menjelang peringatan masuknya Islam di Tanah Papua.
[Redaktur: Hotbert Purba]